Tambah Jumlah Dosen Bergelar Doktor

MALANG - Pelaksanaan wisuda Universitas Wisnuwardhana (Unidha) hari ini, menghadirkan Ketua Pusat Jaminan Mutu (PJM) asal Universitas Brawijaya (UB), Ir. Achmad Wicaksono, M.Eng, Ph.D. Rektor Unidha Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H., M.H mengatakan, kehadiran ketua PJM UB tersebut sekalius untuk mengkaji tentang regulasi institusi. “Orang PJM kan tertib, teliti dan tekun, sehingga paling tidak bisa saling menukarkan etos-etos kerja agar sebuah institusi bisa berhasil,” tuturnya. Bagi Suko, PJM adalah pondasi penting dalam sebuah institusi pendidikan. Pasalnya, PJM dianggap sebagai Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi (PT) internal kampus. “Sehingga masing-masing perguruan tinggi bisa tahu kekurangan dan kelebihannya, dari form-form yang telah didata. Dari situ akan terlihat potensi yang ada apa saja,” terangnya. Di lain sisi, PJM di Unidha sudah berjalan dan berhasil membantu Unidha mendongkrak akreditasi. Terbukti, pada tahun akademik 2015/ 2016 ini, dua Program Studi (PS) Unidha, yakni PS Ilmu Psikologi pada Fakultas Psikologi, dan PS Teknik Sipil pada Fakultas Teknik, telah mendapat akreditasi B. Dengan demikian, semua PS yang terdapat di Unidha sudah memegang predikat akreditasi B. Berita baik juga datang dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM). Berdasarkan Hasil Penilaian Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi tahun 2013 hingga 2015, status LPPM Unidha telah meningkat dari kluster binaan menjadi kluster Madya. Praktis, LPPM Unidha memperoleh kucuran dana sebesar Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar. Sebagai salah satu lembaga pendidikan, yang senantiasa berbenah diri, Unidha pun terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia internal, salah satunya adalah tenaga pendidik. Pada tahun akademik 2015/ 2016, jumlah guru besar Unidha saat ini bertambah lagi satu orang. “Sekarang dosen berkualifikasi S3 bertambah lima orang, dosen lulusan S2 bertambah lima orang, 12 orang sedang menempuh studi jenjang S3, baik di dalam maupun di luar negeri,“ tukasnya. Unidha telah menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di luar Indonesia, seperti di Timor Leste, Korea, dan masih banyak lagi. Namun, diakui Suko, negara yang sering mengirim generasinya untuk belajar di Unidha rata-rata datang dari Timor Leste. “Karena banyak alumni kita yang punya jabatan di Timor Leste, akhirnya memperkenalkan ke rekan-rekan lainnya,” bebernya. (nia/han)