Tanamkan Karakter dengan Program Saudara Asuh


MENYENANGKAN: Pelaksanaan MOKS SMPIS berlangsung menyenangkan dengan berbagai kegiatan, ada lomba masak dan juga outbond seru. (Foto ist)

MALANG - Tanggung jawab sebagai kakak dan adik menjadi penekanan SMP Islam Sabilillah dalam kegiatan Masa Orientasi Karakter Siswa (MOKS) tahun ini. Sekolah memberikan tanggung jawab besar kepada kakak kelas untuk bisa menjadi contoh yang baik bagi adik-adiknya. Program Kakak Asuh Adik Asuh digagas dalam MOKS Terpadu Sabilillah dan diimplementasikan dengan sangat baik di SMPIS. Untuk penentuan kelompok saudara asuh,  dibentuk  kelompok antara kakak kelas 9 yang memiliki adik asuh kelas 8, dan siswa kelas 8 memiliki adik asuh kelas 7. Dari pembentukan saudara asuh ini diharapkan antara kakak kelas dan adik kelas akan terbentuk kekompakan, kerja sama, saling ngemong, akrab, santun, saling berinterasi dengan baik dalam lingkungan sekolah sehingga akan timbul kenyamanan di antara siswa.
Menariknya lagi, agar kakak kelas bisa menjadi teladan yang baik, SMPIS telah membina mereka jauh hari sebelum pelaksanaan MOKS dimulai.
”Tepatnya ketika Ramadan kemarin, para siswa kelas 8 dan 9 sudah mengikuti pembekalan pra MOKS,” ungkap Ketua Pelaksana MOKS SMPIS Kurnia Islamiyah kepada Malang Post.
Menurut Nia, panggilan akrabnya, selama MOKS siswa baru akan berbaur bersama kakak kelasnya. Dalam satu kelompok, akan ada 15 siswa yang terdiri dari 5 pasang, satu siswa kelas 7, satu siswa kelas 8 dan satu siswa kelas 9. Dalam satu kelompok itu, juga ada satu wali asuh yang merupakan guru pilihan. Tugas wali asuh ini cukup berat untuk bisa memfungsikan peranan kakak asuh adik asuh agar sesuai target.
”Tidak semua anak bisa beradaptasi dengan program ini, karena itu peran wali asuh sangat penting untuk bisa membantu mereka,” urainya.
Tak hanya berhenti saat MOKS saja, konsep kakak asuh dan adik asuh ini akan terus dilanjutkan selama ada di sekolah. Dengan demikian, siswa baru tidak akan merasa canggung ketika membutuhkan informasi maupun bantuan. Karena mereka sudah memiliki kakak asuh yang akan siap membantu selama studi di SMPIS.
”Bahkan ketika makan siang bersama, mereka akan duduk bersama-sama. Tak hanya itu, kami juga ingin menyiapkan agenda family time untuk lebih mengakrabkan para siswa,” bebernya.
Dengan konsep baru Kakak Asuh Adik Asuh ini, ada banyak perubahan positif yang terlihat. Salah satunya menurut Nia, lahirnya jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab siswa. Hal ini juga diakui orangtua siswa yang merasakan putra-putrinya menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab.
“Pembentukan saudara asuh ini adalah cara yang cukup efektif untuk menghindari makin maraknya kekerasan terhadap siswa, seperti bullying, punishment (hukuman), ancaman/intimidasi, pemukulan, pencubitan,dll yang dilakukan kakak kelas atau senior kepada  adik kelas/junior di sekolah” ujar Kepala SMPIS, Idi Rathomy Baisa, S.Pd, M.Pd.
MOKS SMPIS dikemas semarak dan tidak membosankan. Tampak antusias sekali siswa SMP Islam Sabilillah mengikuti berbagai kegiatan MOKS  yang telah dilaksanakan selama satu minggu pertama Selain memantapkan karakter disiplin, santun dan jiwa sosial, acara juga dikemas menyenangkan. Setiap materi disampaikan dengan model dialog sehingga siswa tidak bosan.
”Tidak banyak materi tapi lebih banyak dialog,” ujar Waka Humas SMPIS Dwi Effendy.
Rangkaian lomba yang digelar selama MOKS SMPIS adalah foto formasi akhlak santun, kreativitas masak berbahan umbi-umbian, menulis karakter saudara asuh yang diteladani, Yel-yel PBB dan outbond. (oci/adv)