Tangkal Radikalisme dengan Materi P4


MALANG - Perguruan Tinggi diminta untuk memperketat barisan menangkal gerakan radikalisme, yang rentan menyerang ideologi mahasiswa, beberapa tahun terakhir. Bahkan jika perlu, masing-masing Perguruan Tinggi perlu memasukan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dalam kurikulum bahan ajar.
Dr. Nuruddin Hady, SH, MH, koordinator Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) mengatakan, upaya tersebut sebagai salah satu cara maintenance jiwa nasionalisme para mahasiswa, yang mulai di tanamkan semenjak pengenalan kehidupan kampus.
“Selama ini mahasiswa dijejali dengan rasa nasionalisme saat masa orientasi saja. Keberlanjutannya kurang, oleh karena itu kami akan mengusulkan hal ini pada Kementerian terkait,” katanya saat mengisi dialog kebangsaan di Kantor Muhammadiyah Sumbersari, Sabtu (27/8).
Nur, sapaan akrab pria yang juga menjadi dosen di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Malang (UM) itu mengatakan, materi P4 tidak hanya diberlakukan terus menerus dalam lingkungan perguruan tinggi saja, melainkan juga mulai pendidikan dasar. Hanya saja, pengemasannya tentu berbeda antara SD dan perguruan tinggi.
“Ini menjadi tantangan setiap kampus, dalam mengemas teori tersebut,” jelasnya kepada Malang Post.
Bisa jadi, lanjut Nur, pengemasan materi P4 di lingkungan pendidikan tinggi lebih bersifat dialogis. Sehingga, ada proses interaksi antara mahasiswa dan penatarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kabid Wasda Bakesbangpol Kota Malang, Drs.A. Dwimulyo mengatakan, undangan dalam pemaparan materi tentang dialog kebangsaan guna menangkal radikalisme tersebut datang dari berbagai kalangan. Mulai dari tenaga akademisi, tokoh agama baik dari NU dan Muhammadiyah, tokoh masyarakat dan pemuda, budayawan dan juga LSM.
“Tujuannya tidak lain tidak bukan, agar seluruh lapisan masyarakat ini dapat saling kerjasama, supaya radikalisme tidak sampai menginjak Kota Malang,” tegasnya. (nia/oci)