UB Kediri Buka 11 Prodi

MALANG - Setelah sempat vakum selama kurang lebih tiga tahun, Universitas Brawijaya (UB) tahun ini telah menerima pendaftaran mahasiswa baru UB Kediri. Berbeda dengan sebelumnya, pada penerimaan tahun ini pihak UB mengimbau kepada mahasiswa UB Kediri untuk tidak pindah ke Kota Malang.
Wakil Rektor I UB Malang, Prof. Dr. Ir. Kusmartono mengatakan, perjanjian tersebut bertujuan agar tidak memberatkan mahasiswa UB Kediri pindah sementara ke Kota Malang, untuk melakukan bimbingan maupun dosen perwalian. "Kita sudah buat perjanjian, mahasiswa tidak boleh pindah ke Malang. Kalau tahun sebelumnya memang belum ada kepastian," katanya kepada Malang Post, kemarin.
Kusmartono mengungkapkan, solusi lain untuk keadaan itu, pihak UB rencananya akan mengirim beberapa dosen yang telah ditunjuk fakultas masing-masing untuk berada di kampus Kediri, selama beberapa waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan masing-masing fakultas.
Rachmat Kriyantono, Ph.D, Kordinator Ilmu Komunikasi untuk UB Kediri menyatakan, selama ini pengajar Ilmu Komunikasi UB Kediri diambil dari beberapa dosen Ilmu Komunikasi UB Malang. Itupun sifatnya tidak menetap, karena para dosen pun memiliki tanggung-jawab dan kewajiban sama di UB Malang. “Tapi sekarang asdosnya juga banyak yang sekolah lagi. Saya sedang merumuskan penjadwalan untuk jam mengajar dosen di UB Kediri,” terangnya kepada Malang Post.
Ia menyatakan, apa yang dikatakan oleh Kusmartono adalah hal yang benar. Namun, saat UB Kediri masih aktif tiga tahun lalu, masih banyak mahasiswa UB Kediri yang berkunjung ke Malang untuk melakukan bimbingan skripsi.
“Karena disini juga ada perpustakaan yang lengkap. Selain itu mungkin disini lebih banyak referensi-referensi buku, sehingga tidak sedikit mahasiswa lebih nyaman kalau bimbingan langsung kesini,” jelasnya.
Setelah vakum selama tiga tahun, Ilmu Komunikasi UB akan menyesuaikan jadwal dosen untuk dapat dikirim ke UB Kediri. Sesuai dengan tiga tahun sebelumnya, jadwal normal dosen yang pergi ke Kediri satu Minggu sekali ataupun dua Minggu sekali. “Tergantung jadwalnya, menyesuaikan dengan kondisi dosen,” terangnya.
Agar semakin efektif, jadwal dosen mengajar di Kediri dimampatkan dengan jadwal bimbingan sekaligus perwalian. Adapun program studi pilihan yang berada di Kediri saat ini adalah Ilmu Hukum, Ilmu Ekonomi, Manajemen Ekonomi Islam, Ilmu Komunikasi, Ilmu Administrasi Bisnis, Ilmu Administrasi Publik, Magister Manajemen Perguruan Tinggi, Agroteknologi, Agrobisnis Perikanan, Agribisnis, Peternakan, Budidaya Perairan dan Teknik Informatika.
Total dari ke-11 prodi tersebut membutuhkan minimal 22 kelas. Kusmartono menyebutkan, dalam satu kelas, minimal ditangani oleh 2 dosen. Saat ini, UB Kediri menerima sebanyak 400 mahasiswa, yang diambil melalui jalur mandiri.
Kampus yang rencananya dibangun di Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini, sudah melalui tahap peletakan batu pertama pada tanggal 4 Agustus 2016 lalu. (nia/udi)