UIN Siapkan Pembangunan RS Syariah

MALANG - Setelah menyelesaikan pembangunan gedung Fakultas Kedokteran (FK), UIN Maulana Malik Ibrahim berencana membangun Rumah Sakit (RS). Tak hanya sekedar RS, rencananya konsep dari bangunan kesehatan tersebut berbasis syariah.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim, Prof Dr H Mudjia Rahardjo MSi mengatakan, untuk mengawali pendidikan kedokteran, pihak kampus perlu mengembangkan visi kedokteran dengan warna konsep syariah.
Mudjia menjelaskan, konsep RS syariah berbasis pada pandangan kesehatan menurut Ibnu Sina. “Karena beliau lah penemu ilmu kedokteran,” jelasnya. Mudjia berharap, dari UIN Maulana Malik Ibrahim, akan lahir dokter yang tidak hanya mahir dalam bidang kesehatan, melainkan juga jago dalam menghal ayat suci Al-Quran.
“Harapan kami lahir dokter yang hafids, atau hafids yang dokter. Saya kira kalau dokter semacam itu terlahir, akan menyempurnakan nilai-nilai kesehatan,” tukasnya.
Ia mengatakan, rencana pembangunan RS itu ditargetkan bisa terlaksana akhir tahun 2017, atau awal tahun 2018.
Saat ini, lanjut Mudjia, proses pembangunan sedang dalam proses perencanaan desain bangunan dengan arsitek. Rencananya, RS tersebut akan berdiri di tanah seluas 100 hektar, di kecamatan Junrejo, dekat dengan bangunan FK UIN berada.
“Targetnya empat hingga lima tahun mendatang gedungnya jadi. Lokasinya akan dibangun jadi satu, ya rumah sakit ya gedung fakultas dan juga Ma’had (asrama), khusus mahasiswa kedokteran,” paparnya. Meski masih dalam tahap pembangunan, mahasiswa FK sudah dapat melangsungkan praktik di RS Soepraoen.
“Angkatan pertama sudah bisa praktik dengan rumah sakit mitra,” tuturnya. Selain itu, dalam rangka memenuhi kewajiban penyelenggara program studi (Prodi) pendidikan dokter program sarjana dan program profesi, Mudjia harus menandatangani pakta integritas.
“Kelengkapan pakta integritas harus selesai bulan Desember,” targetnya. Mudjia juga mengungkapkan keunikan pendidikan dokter di UIN. Selain bakal mencetak dokter penghafal Al Quran, kompetensi kurikulum materi pendidikan dokter di UIN juga mengarah pada pendidikan kesehatan haji.
“Insyaallah kami akan siapkan dokter untuk orang-orang yang mau haji, khususnya menangani penyakit-penyakit untuk pra dan pasca haji,” tuturnya. (nia/oci)