UMM Hadirkan Pesmaba Ramah Lingkungan


MALANG - Program “UMM Green and Clean” yang dicanangkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sejak 2013 terus terejawantah dalam setiap kegiatan UMM.
Wakil Rektor II Dr Nazarudin Malik MM mengatakan, Pesmaba kali ini tak hanya ditargetkan bebas sampah atau zero waste, tapi yang lebih penting, yaitu munculnya kesadaran pro-ekologis dalam diri mahasiswa baru.
Nazarudin menekankan, Pesmaba yang berlangsung sejak Senin (5/9) hingga Kamis (8/9) tak hanya mengenalkan mahasiswa baru pada budaya ilmiah-akademik.
“Mahasiswa juga dibiasakan dengan kepekaan terhadap pembentukan lingkungan kampus yang sehat dan bersih,” paparnya.
Menurut Kepala Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) UMM Husamah, tradisi membangun kampus yang ramah lingkungan telah mengakar kuat dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan pimpinan UMM. Beberapa kebijakan itu, disebut Husamah, di antaranya yaitu upaya memperbanyak dan menjaga tetumbuhan di kawasan kampus.
“Tumbuhan, selain menyerap karbondioksida, juga berguna menghasilkan oksigen. Kampus juga makin rindang dan menyehatkan,” kata Husamah.
Kebijakan pro-lingkungan, lanjut Husamah, juga tampak pada kebijakan tentang pengurangan penggunaan kendaraan bermotor di kawasan kampus, baik oleh dosen maupun mahasiswa, serta mendorong kebiasaan jalan kaki.
“Harapannya, itu dapat mengurangi emisi gas karbondioksida dan karbonmonoksida yang dihasilkan kendaraan. Karena kedua gas tersebut merupakan penyumbang global warming dan perubahan iklim.”
Semangat pro-lingkungan yang telah dibangun UMM ini, tak hanya tampak pada kegiatan Pesmaba di tingkat universitas, namun juga pada berbagai aktivitas Pesmaba di sejumlah fakultas. Misalnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang menggalakkan gerakan ambil sampah. Demikian pula Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) yang menjalankan program tanam pohon dan daur ulang barang bekas.
Ketua Panitia Pesmaba UMM 2016 Shobrun Jamil berharap, dengan berbagai program tersebut diharapkan mahasiswa memiliki rasa peduli dan tanggung jawab terhadap kelestarian alam. Shobrun menambahkan, rangkaian program tak akan berhenti pada Pesmaba saja. Di student day yang akan berlangsung setiap hari Sabtu pasca-Pesmaba, visi itu akan semakin diperkuat.
“Nantinya, pada student day, akan lebih banyak lagi kegiatan bervisi lingkungan. Seperti bersih-bersih sungai, bersih-bersih taman kota, bersih-bersih jalan. Kami juga terinspirasi kampung wisata Jodipan yang merupakan kreasi mahasiswa UMM,” jelas Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Kesehatan UMM ini.