UMM Raih Sertifikasi Internasional


SELFIE: Wisudawati UMM antusias mengikuti prosesi wisuda dengan berselfie ria. (Ipunk Purwanto/Malang Post)
 
MALANG - Prosesi Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke-81 yang berlangsung, Sabtu (27/8) ditandai keberhasilan UMM meraih sertifikasi internasional, yaitu sebagai Associate Member of Asean University Network-Quality Assurance (AUN-QA) tertanggal 11 Agustus 2016.
AUN-QA merupakan jejaring perguruan tinggi ASEAN yang dikualifikasi berdasarkan jaminan mutu (quality assurance) regional dan internasional. Keberhasilan tersebut disampaikan Rektor UMM Drs. H Fauzan. M.Pd saat menyampaikan laporan kemajuan UMM dalam triwulan terakhir pada 1.312 wisudawan dan para orang tua yang hadir di Hall UMM Dome.
“Karena akreditasi institusi tertinggi nasional telah diraih, maka saat ini fokus UMM adalah meningkatkan pengakuan internasional,” kata Fauzan.
Dijelaskannya, sebagai sertifikasi internasional, AUN-QA mengacu pada standar akreditasi International yang disusun oleh pakar-pakar quality assurance ASEAN. Anggota AUN-QA dan prodi yang telah dinilai berdasar standar AUN, lanjutnya, mahasiswanya dapat mengikuti program kredit transfer dengan universitas-universitas anggota AUN-QA lainnya.
Rektor tak lupa memberi pesan, agar lulusan UMM mampu memainkan peran penting di tengah-tengah masyarakat lewat ilmu dan pengalaman yang didapat dari UMM.
“Di samping itu, modal spritual dan juga kepercayaan masyarakat atas pendidikan yang diselenggarakan UMM turut ambil bagian dan sekaligus memberikan kontribusi yang sangat strategis kepada lulusan UMM dalam menjalankan kompetisi kualitatif di bidang masing-masing,” ujar Fauzan.
Sementara itu Dirjen Dikdasmen Kemendikbud RI Hamid Muhammad MSc PhD dalam orasi ilmiahnya mengharapkan lulusan UMM dapat mengabdikan diri pada pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.
“Saya yakin, lulusan universitas dengan akreditasi sangat baik seperti UMM mampu mencetak sarjana unggul yang bermanfaat bagi masyarakat, apalagi dengan pengakuan internasional yang disandangnya,” paparnya.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Prof HA Malik Fadjar MSc pada kesempatan ini turut mengajak kepada kaum terdidik, khususnya bagi seluruh sarjana untuk terus-menerus melakukan olah pikir, menatap, menganalisa, dan sekaligus melakukan gerak antisipasi sehingga mampu mewujudkan harapan-harapan setelah menuntaskan studinya di perguruan tinggi.
Bagi Malik, setiap fase tantangannya berubah-ubah. Oleh karenanya, lanjutnya, perubahan di setiap fase tersebut diperlukan kemampuan membaca tanda-tanda zaman.
“Lulusan UMM bukan sekedar lulusan yang telah diwisuda membawa sebuah ijazah, tapi mampu membaca seluruh perkembangan dan mampu memainkan peranan di tengah-tengah perkembangan tersebut,” kata Ketua Badan Pembina UMM ini. (mgb/oci)