Unisma Genjot Semangat Penelitian Mahasiswa


SEMANGAT: Meski anggaran pendidikan untuk program kreativitas mahasiswa berkurang, tak menyurutkan niat Unisma dalam memfasilitasi kegiatan kemahasiswaan. (HUMAS UNISMA/ Malang Post)

MALANG - Anggaran dana pendidikan untuk program kreativitas mahasiswa (PKM) berkurang tahun ini. Namun, hal itu tak menyurutkan tekad Universitas Islam Malang (Unisma) dalam mengembangkan bidang kemahasiswaan. Bahkan, 300 persen anggaran internal kampus dialokasikan untuk program kreativitas mahasiswa.
Hal itu diungkapkan langsung oleh rektor Unisma, Prof Dr H Maskuri MSi dalam workshop pembinaan program kreativitas mahasiswa, kemarin. “Sudah diantisipasi, dana dinaikan 300 persen untuk PKM,” katanya.
Menurut Maskuri, memajukan sebuah institusi pendidikan tidak hanya dengan membangun sarana prasarana saja, melainkan juga peningkatan mutu pendidikan untuk dosen, mahasiswa dan laboratorium. PKM menjadi salah satu bagian dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Sentuhan kreativitas mahasiswa menjadi tujuan utama kami,” tegasnya. Oleh karena itu, mahasiswa Unisma diminta untuk meningkatkan kreativitas mereka, demi pengembangan dan kemajuan lembaga.
Bahkan, cara penulisan ilmiah pun akan diajarkan kepada mahasiswa baru Unisma. Pihak rektorat pun telah menunjuk 25 dosen sebagai fasilitator bagi mahasiswa baru nanti. Targetnya, dari mahasiswa baru tersebut, 1.500 proposal maju dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).
“Pendampingannya akan diadakan selama satu semester,” terangnya. Meski demikian, Maskuri menuturkan apabila dana dari Kemenristek-Dikti tetap menjadi support utama. Namun, hal itu tidak serta merta menjadi hal mutlak.
Dr. Didin Wahidin, M.Pd, Direktorat Kemahasiswaan Kemenristek-Dikti mengungkapkan, berkurangnya anggaran pendidikan untuk PKM disebabkan pindah pengelolaan dari Direktorat Jendral Riset Pengembangan ke Direktorat Kemahasiswaan.
“Sejalan dengan sulitnya mencari uang, dana untuk Pimnas awalnya Rp 70 miliar berkurang menjadi Rp 32 miliar,” katanya. Oleh karena itu, masing-masing perguruan tinggi diminta untuk membantu anggaran mahasiswa, sebagai wujud perhatian kampus kepada kreativitas mahasiswa. (nia/adv/oci)