Unisma Tanam Seribu Pohon Langka


HIJAU: Rektor Unisma Prof Dr Maskuri melakukan penanaman pohon di kampus. (HUMAS UNISMA/ Malang Post)

MALANG - Wujud kecintaan Universitas Islam Malang (Unisma) terhadap alam Indonesia adalah dengan melestarikan tanaman langka. Sabtu (23/7), Rektor Unisma, Prof. Dr. Ir. H. Maskuri, M.Si membuka program kegiatan yang diberi nama Unisma Berbuah dengan menanam salah satu tanaman langka tersebut.
Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa tanaman langka perlu dijaga dan dilestarikan. Pasalnya, mencari dan membeli tanaman adalah hal mudah, namun merawat dan memelihara tanaman hingga berbuah adalah hal susah. “Oleh karena itu saya berharap warga Unisma memiliki peran andil dalam merawat tanaman langka ini,” katanya,
Maskuri mengatakan, nantinya Unisma akan ditanami seribu pohon langka mulai bulan September mendatang. Koleksi Unisma tersebut rencananya bakal mengambil tanaman langka dari badan konservasi di Pasuruan. Meski demikian, Maskuri mengatakan tetap membuka lebar sumbangan dari lembaga konservasi lain.
Sementara itu, Wakil Rektor III Unisma, Dr. Badat Muwakhid mengatakan, saat ini tanaman yang terkumpul di Unisma sebanyak 60 jenis tanaman, mencakup juga tanaman toga seperti buah kesemek, buah mojo, buah layu dan kepel.
“Sebanyak 30 jenis tanaman dengan total 66 tanaman akan segera menghijaukan kampus,” katanya.
Terdapat pula tanaman jenis buah-buahan langka hasil sumbangan dari mahasiswa, seperti buah mengkudu dan pohon durian. Wujud dari penghargaan kepada para penyumbang, pihak Unisma akan mencantumkan nama penyumbang pada galeri dan memberi sertifikat kepada mereka.
Kedepan ia juga berharap masyarakat luas dapat memanfaatkan tanaman-tanaman tersebut sebagai wisata edukatif. “Harapannya Unisma bisa menjadi jujukan wisatawan eco-tourism dalam ruang lingkup akademisi,” harapnya.
Dr. Ir. Nurhidayati, MP mengatakan hal ini merupakan langkah awal kampus dalam melestarikan alam, yang diawali dengan penanaman seribu tanaman langka.
“Acara ini merupakan tahap awal. Kedepan kita bisa melaksanakan biodiversitas hewan,” tutupnya. (nia/oci)