Malang Post

You are here: Politik 41 Rekanan Berebut Tender Pengadaan Surat Suara

41 Rekanan Berebut Tender Pengadaan Surat Suara

Share
MALANG- Sekitar 39 rekanan lelang pengadaan surat suara dan formulir C6 Pilkada Kota Malang kalah tender, kemarin. Panitia pengadaan dan KPU Kota Malang telah memilih dua rekanan pemenang. Namun nama rekanan pemenang tender pengadaan senilai Rp 1 miliar itu akan diumumkan Jumat (19/4) mendatang.
Ketua Pokja Logistik KPU Kota Malang Rusmi Fahrizal Rustam mengatakan sudah mendapat dua pemenang. Pihak panitia lelang telah melakukan evaluasi dokumen kualifikasi dan pembuktian kualifikasi rekanan. Pada Kamis (18/4), rencananya hasil lelang akan di upload melalui internet. “Sudah kita rapatkan, ada dua pemenang, tapi pengumuman Jumat nanti sesuai jadwal,” ungkap Komisioner KPU Divisi Perencanaan Keuangan dan Logistik itu.
Sesuai data LPSE, proses lelang sendiri sudah digelar sejak awal bulan. Tanggal 5 – 8 April masa pengumuman paska kualifikasi. Sedangkan pada 12 April sampai dengan 15 April masa evaluasi penawaran. Dilanjutkan dengan pengumuman, kemudian masa sanggah pada 20 April – 24 April 2013. “Yang jadi fokus kita memang pengadaan surat suara dan formulir C.6 untuk undangan pemilih,” jelas pria kelahiran Padang itu.
Sesuai targetnya, diharapkan surat suara sudah di distribusikan ke PPK pada 15 Mei 2013 mendatang. Adapun rekanan yang terdata dalam proses paskakualifikasi mencapai 41 rekanan. Ada sejumlah nama rekanan yang sudah langganan menang di sejumlah lelang seperti ini.
Sebut saja PT Pura Barutama, PT Sumber Cakung serta PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk. serta terdapat puluhan CV yang ikut memasukkan dokumen. Diantaranya CV. Bita Rahayu, CV. Sidodadi Surya, CV. Sejahtera Mandiri Teknik Indonesia dan CV.Grafika Kencana. “Semua yang masuk ke LPSE sudah by system,” tegas Dra. Tri Widyani P, M.Si Kepala Dinas Kominfo Kota Malang kepada Malang Post.
Menurut Yani sapaan akrabnya, seluruh rekanan yang memasukkan dokumen bisa dipantau lewat situs LPSE. Disitu terdapat nama-nama rekanan sesuai dengan upload dokumen. “Sejauh ini kita tidak ada kendala teknis terkait proses pengadaan melalui internet,” akunya.
Sedangkan staff Sekretariat KPU mulai disibukkan mengurusi persoalan logistik. Mereka merangkap pekerjaan dengan tugas Pilgub serta pemilu legislatif. Selama masa pemilu, mereka bekerja sesuai kalender, artinya hari minggu tetap masuk. “Ya stress, tapi ini sudah tugas kami, setiap pemilu pasti lembur,” aku Harsono Kasubag Umum dan Logistik KPU Kota Malang. (ary/udi)
comments

This content has been locked. You can no longer post any comment.