Malang Post

You are here: Politik KPU Siapkan SE Juknis Zona Kampanye

KPU Siapkan SE Juknis Zona Kampanye

Share
JAKARTA- Sistem zona yang diatur dalam Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 atas perubahan PKPU No. 1/2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye ditentukan oleh KPU Provinsi DKI Jakarta berada di tingkat Rukun Warga (RW). Resminya, hal ini segera akan diputuskan lewat surat keputusan (SK) dalam waktu dekat.
Sehubungan dengan ini, Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah menyambut baik terhadap keputusan Pemprov DKI Jakarta beserta KPU DKI Jakarta yang telah menentukan zonaisasi untuk DKI Jakarta yakni lingkup RW. Pihaknya mengatakan, karena wilayah administrasi merupakan ranah pemerintah provinsi (pemprov), ia pun menilaai keputusan tersebut sudah lewat berbagai pertimbangan.
"KPU kan terbatas soal daerah. Ranah itu adalah bagian mereka. Kalau lingkupnya ditentukan RW, ya itulah hasil pembicaraan KPU dan pemprov. Bisa saja untuk kondisi yang padat penduduk seperti Jakarta, dipilihnya satu RW," ucap Ferry di Jakarta, Sabtu (21/9).
Dirinya juga mengatakan KPU sedang merampungkan surat edaran yang akan diberikan kepada KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota untuk segera menyusun petunjuk teknis kepada Kementerian Dalam Negeri dan juga pemprov setempat. "Ini sedang kita godok suratnya untuk segera menyusun juknis," tandasnya.
Hanya saja, Ketua KPU Husni Kamil Manik menilai penentuan zonasi di Provinsi DKI Jakarta bagi partai politik dan caleg dalam menempatkan alat peraga kampanye dalam lingkup RW terlalu kecil. Zonasi merupakan salah satu gagasan KPU sebagai bentuk upaya penertiban terhadap pemasangan alat peraga kampanye di luar ruang.
"Bisa saja zonasi satu spanduk caleg per RW. Walaupun kalau per RW ini terlalu kecil menurut saya, apakah mungkin dapat memfasilitasi untuk calon anggota DPR, DPD, dan DPRD? Untuk satu dapil tertentu di Kabupaten/Kota mungkin yang memperebutkan suara di sana ada beberapa calon bahkan sampai 50 calon," kata Husni di Jakarta, kemarin.
Dikatakan Husni, pihak yang berwenang menentukan zonasi adalah KPU daerah dan pemerintah provinsi setempat. Ia mengatakan pembahasan mengenai tindak lanjut dari Peraturan KPU Nomor 15/2013 sebagai revisi atas PKPU 1/2013 ini akan dibahas dalam rapat kerja KPU Provinsi seluruh Indonesia tentang penyelesaian dan inventarisasi permasalahan hukum dan pelaksanaan Peraturan KPU di Hotel Grand Mercure, Jakarta dari tanggal 20-22 September 2013 mendatang.
Sebelumnya, Kemendagri menunggu petunjuk teknis dari KPU terkait penetapan zonasi kampanye calon anggota legislatif pada Pemilu 2014. Petunjuk teknis tersebut diperlukan sebagai turunan dari Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye, yang menyebutkan penentuan wilayah pemasangan atribut kampanye menjadi kewenangan setiap pemprov bersama KPU daerah. "Sampai hari ini (kemarin, red.) saya belum menerima juknis. Kabarnya, masih dirapatkan. Tanpa rincian (juknis) itu, saya tidak bisa menyurati kepada daerah," kata Mendagri Gamawan Fauzi.

KPU Minta Caleg Harus Pahami Aturan Main
Peraturan KPU No 15 tahun 2013 yang mengatur alat peraga malah justru disiasati oleh calon legislatif dengan mengganti format dan desain alat peraganya. Sehubungan dengan ini, Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah menghimbau untuk para calon anggota legislatif dapat menyadari aturan main yang telah dibuat oleh KPU. "Kita harap, caleg taat azas dan tidak gunakan upaya untuk mengakali peraturan yang ada. Pahami aturan mainnya," ujar Ferry di Jakarta, kemarin.
Pihaknya berujar Peraturan KPU No 15/2013 tersebut diharapkan dapat dipahami secara utuh untuk selanjutnya diterapkan pada masa kampanye yang sudah dimulai sejak 25 Agustus 2013 lalu. Ia menegaskan, segala bentuk yang masuk koridor kampanye mengacu kepada PKPU tersebut. Sehingga, sambung Ferry, apabila melanggar, akan tetap ditertibkan. "Kalau memang ada nuansa kampanye, itu melanggar. Kan bisa dilihat, apakah di balihonya ada tulisan 'coblos saya ya' dan sebagainya, artinya itu ada indikasi kampanye," jelasnya. (jpnn/udi)
comments

This content has been locked. You can no longer post any comment.