Mohon Ma'af, website sedang perbaikan.
Dapatkan Update Berita Terbaru di :
        www.malangpost.net

Bath-up Majapahit nan Eksotis di Putuk Lesung

Masa lalu membawa masa sekarang, demikianlah peradaban hidup dan berkembang. Contoh model bath-up, rupanya telah berkembang pada masa Majapahit akhir. Benda ini tak ada di pemukiman ramai, namun justru tertinggal di puncak Putuk Lesung Gunung Arjuno dengan ketinggian lebih dari 1.500 Mdpl.

Bath-up yang dimaksud, seringkali disebut sebagai lesung oleh warga setempat. Sehingga puncak bukit di lokasi benda peninggalan Majapahit itu berada, dinamai dengan Putuk Lesung. Sebagian pendapat juga menyatakan bahwa bak mandi yang berada di tempat itu adalah sarkofagus.
Agar lebih jelas mengenai fungsi bak mandi itu, mari kita lihat lebih jauh mengenai konsep Gunung Arjuno sebagai Mandala Kadewagurwan. Dalam laporan Ekspedisi Samala di Gunung Arjuno bagian kedua, fungsi mandala kadewagurwan telah dibeberkan secara detail. Termasuk bahwa mandala di Gunung Arjuno tersebut, berstrata atau memiliki tingkatan tertentu.
Mari kita ingat lagi mengenai tingkatan Krsian (baca Karesian). Mandala kadewagurwan pada tingkat terendah adalah Raja Rsi, dipimpin oleh Rsi yunior. Di atas Raja Rsi ini adalah Dewa Rsi dipimpin Rsi atau guru medium. Dalam konteks Gunung Arjuno, kedua tempat itu diperkirakan berada di Retawu atau Rahtawu atau Tampuono.
Sebab, di lokasi itu terdapat dataran yang cukup luas. Sekaligus, ditemukan tangga balok batu yang tersusun amat panjang. Lantas dimanakah posisi Sida Rsi? Tim Ekspedisi Samala, menduga lokasinya berada di Puncak Putuk Lesung. Lokasi yang kini masih menyimpan sebuah benda menyerupai bak mandi.
Dari Retawu, Putuk Lesung bisa dijangkau dengan berjalan kaki sekitar 15 menit. Posisinya jelas lebih tinggi dari Retawu. Putuk Lesung merupakan sebuah situs yang dikeliling oleh ilalang dan kaliandra. Sebuah puncak yang sangat strategis untuk melihat wujud Arjuno secara utuh serta panorama kota.
Bak mandi yang dimaksud berada persis di tengah dataran. Benda itu ditempatkan pada sebuah lantai berbalok batu berukuran sekitar 8 x 8 meter. Pada sisi kiri bath-up terdapat sebuah bak dengan ukuran lebih kecil. Sedangkan sisi kanan ditancapkan dua buah menhir. Batu bersusun mengelilingi lokasi itu, menyisakan satu celah untuk pintu dan tangga batu.
Posisinya jelas berorientasi ke puncak Arjuno. Jika mandi di tempat itu, maka tubuh akan menghadap ke arah puncak. Bath-up sendiri juga dibuat dengan ukuran yang cukup besar. Sandaran bath-up hingga dasar dibuat dengan kemiringan tertentu, tidak membuat sudut 90 derajat. Sehingga cukup nyaman jika ingin bersandar di dalamnya.
Yang menarik adalah susunan lantainya yang amat rapi. Persis dengan susunan lantai keramik pada masa sekarang. Bedanya, lantai di lokasi itu menggunakan balok batu yang amat halus. Keberadaan lokasi itu menandakan bahwa Putuk Lesung dulunya merupakan pemukiman luas untuk para sisya (siswa) dan Rsi.
Penanda bahwa kawasan itu merupakan pemukiman semakin tampak dari temuan tim ekspedisi. M. Dwi Cahyono selaku tim ahli ekspedisi, menemukan pecahan gerabah kunao di sekitar situs. Gerabah tersebut berbeda dengan gerabah masa kini.
“Ada juga yang berukir, serta mengkilap seperti keramik, ini menandakan bahwa kawasan ini adalah pemukiman untuk mandala,” jelas M. Dwi Cahyono.
Tak hanya di batu serupa bath-up, penanda Putuk Lesung sebagai pemukiman juga semakin kuat. Dulu diperkirakan merupakan mandala yang luas hingga tim menemukan pondasi balok batu di ujung puncak Putuk Lesung.
Luasan pemukiman itu, diperkirakan mencapai 400 meter persegi. Di bawah Putuk Lesung, juga terdapat puncak bukit yang memiliki dataran luas. Amat memungkinkan, kawasan bukit itu, juga digunakan sebagai pemukiman. “Sering ditemukan gerabah kuno juga di bukit itu,” aku Parto salah satu pendaki spiritual.
Gunung Arjuno sebagai sebuah komplek kuno yang luas, ternyata juga berlanjut ke kawasan Kabupaten Malang. Tulisan ini, menjadi pamungkas untuk penelusuran Arjuno sisi utara. Selasa (18/11) nanti, tim Ekspedisi Samala akan menuliskan peninggalan sejarah di Gunung Arjuno di sisi timur dan selatan.(ary/habis)

Please publish modules in offcanvas position.