Mohon Ma'af, website sedang perbaikan.
Dapatkan Update Berita Terbaru di :
        www.malangpost.net

MALANG - Jejak kebesaran Majapahit tersebar di berbagai wilayah di Malang Raya. Hanya saja publik tak begitu akrab dengan kebesaran kerajaan yang terkenal dengan Sumpah Palapa untuk mempersatukan nusantara itu.
Hal ini terungkap dari kajian internal redaksi  Malang Post bersama sejarawan Universitas Negeri Malang (UM), Dwi Cahyono beberapa waktu lalu. Kajian ini pula yang melatarbelakangi Malang Post Forum  menggelar Ekspedisi Samala bertajuk ‘Menguak Kebesaran Majapahit dari Jendela Malang Raya’.
Berdasarkan kajian yang beberapa kali digelar itu, Majapahit melewati tiga periode di Malang Raya. Mulai dari masa pertumbuhan, masa keemasan hingga periode degradasi. Tiga masa itu menjadi bagian dari skema ekspedisi Samala.
Dwi Cahyono membeber, terungkapnya kisah Majapahit di Malang Raya salah satunya berdasarkan penuturan Radnamsyah. Dari cerita Radnamsyah  yang merupakan penutur sejarah di era Majapahit itu  terungkap raja Majapahit, Hayam Wuruk memiliki hubungan genealogi atau garis keturunan raja Singosari.
“Karena itulah di masa kekuasaannya, Hayam Wuruk mendirikan tempat-tempat persembahyangan di beberapa tempat di Malang Raya. Tujuannya untuk menghormati leluhurnya,” beber Dwi.
Tak hanya itu saja, Hayam Wuruk pernah menjadikan berbagai kawasan di Malang Raya sebagai tempat peristirahatan sekaligus lokasi perburuan. Salah satunya di kawasan  Wendit. Berdasarkan kajian internal Malang Post Forum, terdapat sekitar 28 lokasi atau spot jejak Majapahit di Malang Raya. Semua spot tersebut mewakili tiga masa Majapahit, yakni pertumbuhan, keemasan dan degradasi. Berbagai lokasi itu pula  yang menjadi spot ekspedisi Samala.
Beberapa lokasi dari 28 spot yang ditentukan di antaranya di kawasan Tumpang, Candi Kidal, Candi Jago, Sumber Awan, Kedung Biru, Kegenangan hingga Gunung Katu. Jejak Majapahit yang akan ditelusuri juga akan menyasar lereng Arjuno dan kawasan Malang Barat seperti di Punden Watu Gilang hingga Gunung Semeru.
Para peserta  lomba fotografi yang dipilih menjadi anggota Tim Ekspedisi Samala akan dilibatkan mengikuti penelusuran, riset dan mendokumentasikan kembali berbagai jejak Majapahit itu. Namun sebelum tergabung dalam tim ekspedisi, semua peserta lomba fotografi dan pencinta sejarah wajib mengikuti seminar fotografi dan sejarah Majapahit di Malang Raya, Minggu (20/9) mendatang. Seminar ini menghadirkan sejarawan dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UM dan fotografer.
Pendaftaran peserta ditutup pada Sabtu (19/9) mendatang. Tempat pendaftaarn di kantor Malang Post di Jalan Sriwijaya No 1-9 atau bisa juga melalui pendaftaran online di www.malang-post.com. Informasi dan pendaftaran menghubungi telepon 081334762556 atau 081333662203. Biaya pendaftaran sebesar Rp 50 ribu per orang untuk kalangan mahasiswa maupun umum. (van/han)

Halaman 15 dari 15

Please publish modules in offcanvas position.