Mohon Ma'af, website sedang perbaikan.
Dapatkan Update Berita Terbaru di :
        www.malangpost.net

Penelusuran spot ekspedisi Samala Malang Post berakhir di dua situs masa  Majapahit, sumber air Polaman dan gua pertapaan Sumber Mlaten, di kelurahan Kalirejo, Lawang. Dua situs penting itu sekaligus petunjuk bahwa Lawang merupakan wilayah strategis sejak 300 hingga 400 tahun lalu.

Lawang merupakan salah satu lintasan untuk keluar masuk wilayah Malang di sisi utara.
Ketindan, salah satu desa di Lawang yang masih ada hingga saat ini merupakan sebuah desa penting. Dalam prasasti Ketindan 2 yang ditemukan di Desa Ketindan, disebutkan bahwa desa tersebut merupakan desa perdikan, sehingga tak ada pungutan pajak bagi warganya.
Dalam prasasti Ketindan 2 disebutkan, salah satu jenis pajak yang dibebaskan yakni Jalang Palawang. Diduga Jalang Palawang merupakan pajak retribusi untuk pengguna jalan. Dari Jalang Palawang ini diduga pula nama Lawang berasal.
Di Lawang terdapat petirtaan yang bernama Polaman.  Petirtaan ini kini berupa kolam dan sumber air. Sejumlah tinggalan sejarah masih ditemukan hingga saat ini. Di antaranya batu bata kuno dan batu-batu andesit yang berserakan di sekitar kolam dan dalam kolam petirtaan Polaman.
Di tempat ini juga jadi tempat ikan. Karena itulah  Polaman diduga berasal dari kata Pa Ulaman. Hingga kini, warga masih menyakini bahwa ikan wader yang hidup di kolam tersebut sudah ada sejak dulu. Bahkan habibat aslinya. Pola gerak dan renang ikan wader di kolam Polaman diduga ikut membuka mata air baru sehingga air tetap mengalir.
Tak sekadar petirtaan, air yang mengalir di Polaman ini diduga jadi sumber air untuk irigasi persawahaan. Diperkirakan, sekitar Polaman pernah menjadi area persawahaan yang sangat luas.
Hal ini juga ditandai dengan tinggalan batu lumpang di sekitarnya. Keberadaan batu lumpang menjadi tanda bahwa masyarakat sekitarnya mengonsumsi padi-padian.
Jika dikaitkan dengan prasasti Ketindan, memang disebutkan adanya pajak yang berkaitan dengan padi. Ini menunjukan, di sekitar polaman pernah terdapat area persawahaan.
Tak jauh dari Polaman memang ada lokasi penemuan prasasti Ketindan. Dan masih di sekitar Kalirejo terdapat gua. Letaknya di bibir sebuah sungai di RT 04, RW 13, Dusun Sumber Mlaten, Kalirejo, Lawang. Panjang mulut gua tersebut 10 meter,  tinggi mulut gua 1,5 meter. Sedangkan kedalamannya hingga 20 meter.
Gua itu diduga sebagai tempat mengamankan Jayakatwang, penguasa Gelang-gelang. Gua itu menjadi pilihan karena secara geopolitik merupakan tempat yang paling aman untuk Raden  Wijaya. Pasalnya keberadaan gua tersebut berada di wilayah Kerajaan Singosari dimana Raden Wijaya sebagai keturunan dari Kertanegara.
Setelah Tim Eksepdisi Samala menyelesaikan penelusuran spot, saat ini memasuki pasca ekspedisi, yakni penulisan buku hingga launching buku. Rencananya rangkaian kegiatan ini berakhir pada pertengahan Desember mendatang. (van/han)

Please publish modules in offcanvas position.