Mohon Ma'af, website sedang perbaikan.
Dapatkan Update Berita Terbaru di :
        www.malangpost.net

Bali Tak Pernah Membosankan


BALI masih menjadi salah satu jujukan favorite pasangan muda yang baru saja menikah untuk menghabiskan liburan bulan madu. Salah satunya pasangan suami istri Imroatul Mufidah dan Galih Wicaksono Triyogi. Fida, sapaan akrab wanita asal Sawojajar, Kota Malang yang kini menetap di Biak, Papua karena mengikuti pekerjaan sang suami itu berbagi cerita indahnya Pulau Dewata kepada Malang Post.
Fida dan suami, Yogi, memutuskan untuk berangkat dari Bandara Udara International Juanda di Surabaya. Begitu tiba di Bali, siang hari, Fida dan Yogi menuju Hotel Horison, di kawasan Jimbaran, Bali.
Setelah membersihkan diri, mereka berdua berburu keindahan matahari tenggelam di La Plancha. Di kawasan tersebut Fida jarang melihat wisatawan lokal. “Ada sih beberapa, mau lihat sunset, bonusnya lihat bule-bule main air,” ceritanya.
La Plancha merupakan salah satu tujuan wisata di kawasan Seminyak. Di lokasi ini, menurut Fida, merupakan lokasi yang tepat untuk menikmati tenggelamnya matahari bersama orang terkasih. “Sebenarnya buka dari pagi, cuman yang ditunggu kan sunsetnya, jadi kami kesini sekitar jam empat sore,” kata dia.
Sekitar pukul 16.30 WITA, matahari mulai berjalan menjauh dari edaran mata. Seolah tenggelam di ujung lautan, bersamaan dengan itulah DJ mulai beratraksi menyuguhkan lagu-lagu reggae. Warna-warni kursi gabus La Plancha semakin semarak, dengan hentakan lagu yang disuguhkan.
Nama La Plancha mungkin tak lagi asing bagi sebagian besar orang. La Plancha merupakan salah satu restaurant yang dikonsep menarik oleh sang pemiliknya. Pengunjung resto dapat memilih mau bersantai sembari bersantap di tepi pantai, atau di lantai dua yang menyerupai teras.
Fida mengatakan, ciri khas dari restaurant ini adalah kursi empuk, berupa kain warna-warni yang isinya semacam gabus. “Sehingga enak buat santai-santai, melepas penat,” ujarnya. Perpaduan warna dari seluruh kursi tersebut, kata alumni Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) tersebut, cukup menarik pandangan mata.
Selama mata memandang, tak sedikit pula wisatawan yang mengambil gambar diri sendiri di antara kursi empuk cantik tersebut. “Saya dan suami sih foto sekali saja, karena memang tujuannya mau lihat sunset. Banyak anak muda yang liburan sama teman-temannya foto ootd (outfit of the day) dengan background kursi-kursi,” bebernya. Sedangkan untuk harga makanan, Yogi dan Fida mengeluarkan budget sebesar Rp 150 ribu per orang.
“Rasa makanan dan minumannya juga enak, apa ya, lebih ke tropica tropica gitu rasa makanannya, enak kok. Worth it lah,” sambunnya. (nia/van)
 

Please publish modules in offcanvas position.