Mohon Ma'af, website sedang perbaikan.
Dapatkan Update Berita Terbaru di :
        www.malangpost.net


Sederet kafe di Kota Tua menyajikan beragam menu sekaligus suasana Jakarta Tempoe Doeloe. (Ira Ravika/Malang Post)

Persis di belakang Museum Fatahillah terdapat penjara bawah tanah, khusus wanita dan pria yang terpisah. Saat memasuki area ini kesan seram langsung menyeruak. Spot ini memang terkesan seram dan masih dibiarkan apa adanya.
Terdapat genangan air yang berada di penjara wanita. Penjara wanita ini pun sangat kecil dan sempit dengan ukuran hanya 6 x 9 meter. Konon, dulu di penjara ini dihuni sekitar 40-50 orang di dalamnya. Dan mereka dibiarkan begitu saja tanpa diberi makanan dan minuman. Sebagian dari tahanan ini meninggal sebelum adanya proses persidangan.Menurut informasi pahlawan Aceh, Cut Nyak Dien merupakan salah satu pejuang yang pernah merasakan dinginnya penjara tersebut.
Beralih ke penjara pria. Menurut keterangan yang terdapat di museum, dari segi ukuran lebih besar dan terdapat beberapa ruang penjara pria yang berjejer. Di dalam penjara ini, masih terdapat bola-bola pemberat yang dulu digunakan untuk mengikat kaki para tahanan agar tidak melarikan diri.  
Setelah explore Museum Fatahillah, pengunjung  bisa wisata kuliner. Diantaranya di Cafe Batavia. Atau Anda bisa mampir ke Cafe Gazebo untuk menikmati sajian makanan tradisional, dan resto lainnya.
Selain itu,  jajanan yang kerap dijumpai seperti gado-gado, soto, hingga kerak telor pun tersedia. Ada juga pernak-pernik perhiasan etnik yang tak kalah menarik dibuat dan dijual langsung oleh muda-mudi kreatif Jakarta. (ica/van)

Please publish modules in offcanvas position.