Malang Post

TechnoCell

Rugi Rp 891 Juta, XL Belum Bisa Tentukan Capex

Share
MALANG POST – Harapan para pemegang saham PT XL Axiata Tbk., menikmati dividen di tahun 2015 ini, tampaknya bakal tertunda.  Pasalnya, tahun 2014, XL Axiata telah membukukan kerugian sebesar Rp 891 juta.
Tidak hanya soal dividen saja. Rancana XL Axiata melakukan capital expenditure (Capex) di tahun 2015 sebesar Rp 7 triliun, juga belum jelas sumbernya. Apakah melakukan right issue, menjual aset atau mencari pinjaman, juga belum jelas.
‘’Belum. Sampai sekarang belum tahu  dari mana modalnya. Yang jelas, 2015 kami akan mengucurkan Rp 7 triliun untuk memperkuat jaringan kami,’’ kata Dian Siswarini, Wakil Presiden Direktur XL Axiata di Sheraton Hotel Lombok, akhir pekan lalu.
Dian enggan merinci secara detail, terkait kerugian yang diderita perusahaannya. Meski beberapa kali Malang Post mencoba mendapatkan informasi, Dian terus berusaha mengalihkan perhatiannya.
Dian menyebutkan, akumulasi kerugian XL Axiata paling menonjol diakibatkan terjadinya depresiasi kurs Dollar terhadap Rupiah. Dimana beban pembayaran utang sebagai kompensasi pembelian PT Axis Telekom.
‘’Yang jelas itu (depresiasi) diluar kontrol kami. Berapa detailnya, nanti saya mintakan datanya,’’ elak Dian dengan menyebutkan, tahun 2015 ini, pihaknya tidak akan mematok khusus kurs Dollar yang pas untuk perusahaannya.
Ditanya tentang rencana investasi (Capex) Rp 7 trilin di tahun 2015 ini, Dian menyebutkan, sebagian besar akan dialokasikan untuk pembangunan BTS (Base Transceiver Station). Investasi ini sama dengan investasi tahun 2014 yang juga mencapai Rp 7 triliun.
‘’Tapi, berapa jumlah BTS yang akan kita dirikan, mungkin hampir sama dengan tahun 2014. Bedanya, pembangunan BTS tahun ini tidak seperti tahun lalu. Patokannya bukan lagi karena kompetisi dengan operator lainnya,’’ ucapnya.
Dikatakan Dian, XL Axiata kemungkinan baru akan menikmati keuntungan riil nanti tahun 2016. Diharapkan diharapkan angka kerugian terus turun dan netral hingga akhir 2015 dengan menerapkan sejumlah inovatif produk layanan.
‘’Kita sudah targetkan, tahun ini, bisa netral. Dan tahun 2016 bisa profit lagi seiring dengan membaiknya dukungan kinerja Axis. Kira-kira ada profit minimal dua digitlah,’’ harap Dian, yang sudah 17 tahun bergabung di XL Axiata ini.
Diantara progam yang akan ditempuh XL Axiata, lanjut Dian, yaitu fokus di tiga sasaran. Pertama membangun infrastruktur jaringan yang memadai, menyediakan layanan data yang semakin beragam sesuai kebutuhan pelanggan dan memperbanyak jangkauan layanan 4G.
‘’Dalam 10 tahun terakhir, penetrasi 3G baru mencapai 30 persen terhadap industri.  Penyebabnya karena belum seimbangnya penyediaan headset. Tidak seperti ketika 2G bermigrasi ke 3G yang mengalami pertumbuhan begitu pesat,’’ paparnya.
Ditambahkan dia, infrastruktur data menjadi urgen seiring terus meningkatnya masyarakat yang beralih menggunakan ponsel jenis smartphone. Hingga akhir 2014 lalu, jumlah pelanggan XL yang menggunakan smartphone sekitar 16 juta naik 5 juta dibanding tahun 2013.
‘’Khusus layanan data, XL akan terus menghadirkan berbagai layanan inovatif dan kaya manfaat untuk menjawab kebutuhan pelanggan. Diantaranya dengan dimulainya peluncuran progam mFish, data khusus untuk para nelayan,’’ pungkasnya. (has)
 
comments

Page 1 of 178

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »