2014, Smartphone Terjual 1,2 Miliar Unit, Apple Jadi Juara

JAKARTA - Penjualan smartphone di dunia menembus angka 1,2 miliar unit. Itu merupakan total hasil penjualan sampai akhir kuartal tahun 2014, menurut riset Gartner.
Dilansir melalui Cellular News, Selasa 17 Maret 2015, dari total 1,2 miliar unit, penjualan smartphone di kuartal terakhir 2014 saja mencapai 367,5 juta unit. Angka ini naik 29,9 persen dari kuartal yang sama tahun lalu, yang hanya 282,8 juta unit.
Akhir kuartal ini, Samsung harus rela menyerahkan posisi pertama kepada Apple sebagai penguasa pasar. Padahal Samsung telah merajai pasar smartphone sejak 2012 lalu. Total 1,2 miliar unit smartphone setara dengan dua per tiga dari total penjualan ponsel di seluruh dunia.
"Performa Samsung di pasar smartphone, khususnya di kuartal ketiga tahun ini, kehilangan hampir 10 persen pangsa pasar. Samsung masih harus berjuang untuk mengendalikan penurunan pangsa pasar mereka. Ini merupakan penurunan yang tertinggi sejak kuartal ketiga 2013, sekaligus menunjukkan adanya tekanan cukup besar dalam revenue karena mengandalkan smartphone premium," ujar analis Gartner, Anshul Gupta, kemarin.
Menurut Gupta, tidak hanya Apple yang mampu menggerogoti pasar Samsung. Tekanan paling besar datang dari para vendor asal China. Mereka dikatakan berani menawarkan ponsel dengan kualitas di atas rata-rata dengan harga yang relatif terjangkau.
Hasil di kuartal terakhir tahun ini, Gartner memperlihatkan Apple menguasai 20,4 persen pasar dengan penjualan 74,8 juta unit smartphone. Sedangkan Samsung berada di posisi kedua dengan 19,9 persen pangsa pasar atau sekitar 73 juta unit smartphone terjual.
Lenovo dan Huawei berada di posisi 3 dan 4 dengan penguasaan pasar masing-masing 6,6 persen dan 5,7 persen atau setara dengan penjualan 24,3 juta dan 21 juta unit smartphone. Xiaomi hadir di posisi kelima dengan penjualan 18,5 juta unit atau penguasaan pasar sebesar 5,1 persen.
Yang menarik, penjualan selama kuartal terakhir 2014 total mencapai 367,5 juta unit. Hampir setengahnya didominasi oleh merek lain, alias vendor China. Pangsa pasar merek lain mencapai 40 persen. "Vendor China tidak lagi menjadi follower. Mereka mampu menyediakan ponsel yang berkualitas sama dengan vendor branded lain, tentunya dengan harga murah. Membangun brand dan strategi marketing yang baik akan menjadi aktivitas kunci bagi vendor China untuk bertahan di pasar yang sudah dewasa ini," ujar direktur riset Gartner, Roberta Cozza. (jpnn/udi)