Promosikan Wisata Lewat Digital Marketing

MALANG – Telkom Wilayah Jawa Timur siap menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata dunia melalui metode promosi yang tepat serta jaringan informasi berkualitas. Secara bertahap, Telkom yang bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Budaya (Dispbudpar) Jatim dan PT Mahoni Global membangun Digital Marketing Pariwisata Jatim berbasis Information and Communication Technology (ICT).
Public Relation Telkom Area Jatim, Ivone Handayani mengatakan, ada empat tahapan yang akan dilakukan untuk mendukung pariwisata di Jatim agar menjadi tujuan wisata dunia. “Selama setahun kami mencoba membangun ICT Solution agar akses wisata lebih mudah,” ujarnya di sela-sela peluncuran Digital Marketing Pariwisata Jatim di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Sabtu (28/3) malam.
Menurut dia, Telkom Jatim akan membagi empat tahap pengembangan sepanjang 2015 ini. Pada triwulan pertama membantu perkembangan pemasaran secara digital melalu website dan media social. Sementara di triwulan kedua akan berlanjut dengan standarisasi ICT untuk ekosistem industri pariwisata. “Untuk Juli-September akan berlanjut dengan pengembangan e-commerce dan di triwulan terakhir kampanye ke luar negeri,” tambah Ivone.
Menurutnya, untuk luar negeri Telkom sudah memiliki 10 perwakilan kantor. Antara lain di Malaysia, Hongkong, Australia, Singapura, Arab Saudi hingga Amerika Serikat. Melalui perwakilan tersebut, Telkom akan mempromosikan wisata Jatim secara lebih luas dan maksimal.
Sementara itu, untuk menunjang infrastruktur dan kemudahan akses wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, Telkom juga membangun jaringan wifi di ribuan titik yang tersebar di Jatim. Terutama di kawasan wisata, seperti di Surabaya lebih dari 3.000 titik, Banyuwangi 1.200 titik dan Malang 1.700 titik.
Selain itu, bagi pelanggan yang memiliki jaringan internet wifi Indihome, username dan passwordnya bisa digunakan di kawasan wisata yang telah terdapat jaringan internet dan wifi. “Koneksi yang mudah akan memanjakan wisatawan karena bisa langsung mencari tujuan wisata melalui jaringan internet berkualitas,” sebut dia.
Konsep digital marketing pariwisata yang dimulai dari Jatim itu, diharapkan bisa segera diikuti oleh 34 provinsi lain di Indonesia. Hal ini untuk meningkatkan arus kunjungan wisata serta industri dan ekosistem pariwisata, yang meliputi usaha hotel, rumah makan, kerajinan dan faktor penunjang wisata lainnya.

Sementara itu, Launching Digital Marketing Pariwisata Jawa Timur yang sejatinya berlangsung di Taman Candra Wilwatikta Pandaan Sabtu (28/3/15) lalu dan tertunda karena hujan deras mengguyur, akhirnya berlangsung Minggu (29/3/15) siang di Gedung Cakdurasim, Surabaya. (ley/han)