BRTI Deadline Operator

JAKARTA - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengeluarkan Surat Edaran dengan Nomor: 159/BRTI/V/2015 untuk memperbaiki registrasi prabayar agar pelanggan tak dirugikan.
Melalui Surat Edaran ini regulator ingin menertibkan registrasi kartu perdana serta pencegahan penyalahgunaan nomor prabayar untuk tindakan-tindakan yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Salah satu poin di surat itu adalah memerintahkan penyelenggara jaringan untuk memodifikasi aplikasi 4444 di server sehingga hanya bisa diregistrasi oleh petugas gerai.
"Selambat-lambatnya dua bulan sejak diterbitkannya surat edaran itu," ungkap Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Ismail Cawidu seperti dikutip dalam keterangan tertulis Kominfo, Minggu (24/5/2015).
Ditambahkannya, masih dalam rangka penertiban registrasi kartu prabayar, operator wajib memegang kendali penuh atas setiap kartu perdana yang beredar, untuk menjamin penelusuran (traceability) setiap pemilik kartu SIM (Subscriber Identity Module Card).
“Setiap bulan operator wajib menyampaikan laporan kemajuan dan BRTI akan melakukan uji petik secara berkala. Jika ada pelanggaran terhadap surat edaran itu akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Seperti diketahui, upaya untuk menertibkan registrasi prabayar sudah dirancang sejak 2014, namun hingga sekarang tak membuahkan hasil yang maksimal. Salah satu buktinya adalah maraknya pengiriman SMS spam ke pelanggan.
Sebelumnya, operator seluler berkeinginan untuk menggunakan e-KTP sebagai syarat untuk melakukan registrasi prabayar. Operator seluler meminta hal tersebut agar informasi yang diterima dari pelanggan sahih.
Keinginan untuk menggunakan e-KTP sebagai syarat melakukan registrasi ulang memang sudah mengemuka. Apalagi operator seluler ingin agar duplikasi data pengguna jadi lebih mudah.
Saat ini, aktivasi dan registrasi kartu prabayar perlahan tak lagi melalui pesan singkat ke 4444. Beberapa operator, seperti Telkomsel, mensosialisasikan agar registrasi dilakukan di outlet dari distributor.
"Jadi kita memang usul tata kelolanya seperti itu, semua registrasi melalui distributor atau gerai. Saat ini sudah berjalan sejak Agustus," tambahnya.
Selain pengguna baru, pelanggan yang telah lama memakai kartu SIM juga diwajibkan melakukan registrasi ulang jika datanya belum lengkap. Rencananya, registrasi ulang untuk pelanggan lama akan dimulai sekitar kuartal pertama 2015.(dtc/ary)