Iklan Digital Indonesia Capai USD 1,4 Miliar

Iklan digital naik berkali lipat seiring dengan penggunaan gadget.
 

Pasar iklan digital di Indonesia akan meningkat pesat dari USD 12 juta menjadi USD 1,4 miliar. Indonesia turut memberikan kontribusi besar dalam pengeluaran iklan digital secara global yang diproyeksi akan melampaui USD 100 miliar di tahun 2016.
Peningkatan ini juga didorong kenaikan sekitar 430% untuk pengeluaran iklan di tablet dan ponsel, menjadi USD 101,3 miliar dibanding tahun 2013. Data ini membuktikan betapa iklan digital, khususnya di ponsel dan tablet telah menjadi primadona industri iklan secara keseluruhan.
Tercatat beberapa perusahaan iklan digital bertebaran di Indonesia, termasuk Adplus, AdStar sampai Ambient Digital Indonesia (ADI). Untuk yang terakhir, perusahaan ad-network itu mengaku fokus pada iklan video, khususnya di smarthone dan tablet.
Besarnya potensi iklan digital yang belum diimbangi dengan jumlah pesaing memadai, membuat mantan pendiri situs jual beli Tokobagus, Remco Lupker, berani bermain di pasar ini. Lupker mengatakan jika potensi tersebut justru memiliki banyak tantangan, khususnya belum adanya regulasi yang mengatur.
"Tantangannya, belum banyak regulasi mengatur iklan di internet atau online. Beda dengan siaran TV dan broadcasting lain. Tapi ADI sebagai perusahaan video periklanan digital lokal pertama akan mengikuti aturan pemerintah dalam hal penayangan,” jelas Lupker.
Lupker mengklaim ADI merupakan perusahaan pertama yang menggunakan sistem iklan video di Indonesia. Konsep ini dimaksudkan untuk menjangkau sasaran yang tepat melalui iklan video menggunakan teknologi 'audience targeting. "Dengan kekuatan data, iklan video hanya muncul untuk pemirsa dengan profil yang cocok. Ini mengurangi gangguan kepada mereka yang masuk ke dalam suatu situs. Saat ini beberapa klien kami antara lain Unilever, P&G, HSBC, Microsoft, Sampoerna, Indosat, dan semua iklan trailer film dari Hollywood & Warner Bros untuk mempromosikan iklan mereka," jelas Lupker.
Teknologi lain yang dimiliki ADI adalah pengaturan jadwal penayangan iklan melalui sistem sehingga jam tayang iklan bisa diatur sedemikian rupa. Ini dianggap Lupker sebagai salah satu cara juga untuk mendukung kampanye internet sehat yang digalakkan pemerintah.
"Pasar iklan digital sangat cepat di Indonesia. Omzet kami naik 200 persen dibanding tahun lalu. Target tahun depan, tergantung kondisi ekonomi nanti. Bagaimanapun, iklan digital merupakan prospek yang bagus," kata dia.
Meski pesaing ada beberapa, namun Lupker mengakui jika kompetitor terberat ADI adalah YouTube. Pasalnya, iklan di Youtube bisa terlihat secara global. Namun hal ini dianggap sebagai hal yang baik bagi Lupker karena meski iklan ADI hanya muncul di situs lokal yang bekerja sama, namun sifatnya multiple site dan membantu situs lokal mendapatkan pendapatan lebih banyak. Tidak heran jika perusahaan teknologi, vendor smartphone macam Oppo ikut tertarik menjajal jaringan iklan video ADI.
"Progres ambient sendiri terus berkembang pesat. Tahun lalu menjangkau lebih dari 150 juta pengguna. Dan jaringan Iklan (ad network) terbesar lokal dan regional terbesar untuk pemakaian berdasarkan dengan permintaan iklan. Akhir tahun lalu meluncurkan teknologi audience targeting. Dan awal tahun 2015 meluncurkan Iklan video di handset mobile dan tablet. Dan kini Lebih dari 50 Juta iklan video ditayangkan dalam jangka waktu 1 bulan," tutur Lupker.
Sayangnya, Lupker mengakui jika harga untuk iklan video masih cukup mahal. Lupker menganggapnya sebagai iklan premium karena model penerapan tarifnya berbeda dengan iklan banner biasa.(dtc/han)