Apple-Samsung Berencana Hapus Penggunaan SIM Card

Gebrakan Apple dan Samsung yang berencana menghapus penggunaan SIM card ikut membuat produsen chip kartu perdana ponsel itu gelagapan. Salah satunya Gemalto yang belakangan sempat kena rumor masalah keamanan.
Saham milik Gemalto sempat goyah karena Apple dan Samsung dikabarkan ingin merilis e-SIM Card tak lama lagi.  Apple dan Samsung kabarnya sudah berdiskusi dengan sejumlah operator seluler untuk mengembangkan sebuah standar kartu SIM baru, yang memungkinkan pengguna berganti operator.
Terminologinya, sejauh ini, yang disebut-sebut adalah e-SIM yang ‘melekat’ di dalam ponsel. Pengguna bisa berganti operator tanpa perlu membeli kartu baru. Pergantian provider cukup dilakukan di antarmuka ponsel.
Dengan menghilangkan tempat kartu SIM seperti yang ada di ponsel-ponsel saat ini, pabrikan ponsel akan berpeluang menciptakan ponsel yang lebih tipis lagi dari yang sudah beredar saat ini. GSM Association mengatakan kebanyakan operator terlibat dalam proses peralihan ke e-SIM. Di antaranya termasuk AT&T, Deutsche Telekom, Vodafone, Telefonica, dan Orange. Asosiasi itu mengkonfirmasi bahwa Apple dan Samsung berpartisipasi dalam pengembangan standar baru itu.
Kondisi ini sontak membuat saham Gemalto langsung merosot 5,1% di bawah performanya 0,9% di bursa saham Amsterdam, Belanda. Saham Gemalto sendiri awal tahun ini telah terpukul karena kinerja yang tak menggembirakan di 2014 lalu.
Gemalto adalah produsen kartu SIM terbesar di dunia dan menguasai sekitar 28,6% pangsa pasar. Selama ini, perusahaan asal Belanda itu telah menjadi pemasok untuk sejumlah operator seluler seperti Verizon, AT & T, T-Mobile, Sprint, serta 450 operator seluler lainnya ke 85 negara.
Pada Maret 2015 lalu perusahaan ini diterpa isu tak sedap yakni produk yang dikeluarkannya dibobol keamanannya oleh National Security Agency (NSA) dan Government Communication Headquarter (GCHQ).
Di Indonesia, hampir semua operator menggunakan kartu SIM buatan Gemalto. Meski tidak menemukan adanya kebocoran pada SIM Card dan menjamin penyedia SIM Card yang digunakan telah memenuhi GSM Security Standard, namun beberapa operator ada yang melakukan suspensi demi pencegahan. (brt/han)