Layanan Data XL Naik 300 Persen

SURABAYA – Pemakaian layanan data PT XL Axiata Tbk selama ramadan dan lebaran diproyeksikan mengalami kenaikan 41persen dibanding, tahun lalu. Sedang dibanding hari-hari biasa, pemakaian layanan data naik 11 persen.
‘’Kenaikan itu juga diimbangi dengan turunnya jumlah keluhan pelanggan XL hingga 32 persen. Secara umum, kualitas jaringan XL terjaga dengan baik,’’ kata Ongki Kurniawan, Direktur Service Management XL di kantornya, kemarin siang.
Dia mengatakan, XL dinilai mampu melalui masa-masa kenaikan trafik sepanjang ramadan hingga puncak lebaran dengan lancar. Terutama untuk layanan voice, SMS dan data. Kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari penerapan sejumlah perangkat canggih dalam sistem pemantauan jaringan di seluruh wilayah layanan.
Secara detail, lanjut dia, dalam 3 tahun terakhir terlihat pergeseran kebiasaan pelanggan dalam menggunakan layanan komunikasi. Pemakaian percakapan telepon (voice) turun 35 persen dan SMS turun sampai sekitar 40 persen.
‘’Ada pergeseran kebiasaan pelanggan saat komunikasi selama menjelang Idul Fitri. Sehingga kenaikan trafik layanan komunikasi berbasis digital terus meningkat. Terutama sejumlah media jejaring sosial dan sejenis instant messenger,’’ paparnya.
Di sisi lain, pada hari menjelang lebaran, sekitar 26 persen pelanggan XL di wilayah Jabodetabek terpantau berpindah lokasi ke luar kota. Dibanding jumlah pelanggan saat hari-hari biasa, perpindahan tertinggi terjadi menuju ke Jabar, Jateng dan Jatim.
Riilnya, rinci Ongky, di Jateng kenaikan jumlah pelanggan tertinggi terjadi di Tegal 65 persen kemudian di Pekalongan dan Kebumen. Di Jatim kenaikan tertinggi terjadi di Madura hingga mencapai 300 persen disusul Blitar dan Jombang.
‘’Kalau di Jabar kenaikan pelanggan paling besar ada di Sukabumi dan Taksimalaya sebesar 40 persen,’’ katanya dengan menyebut kenaikan serupa juga terjadi di Sumatera, Kalimantan hingga Lombok..
Menurut Ongky, guna memastikan kualitas jaringan, XL menerapkan kebijakan preventive maintenance, bukan reactive.  Caranya, XL menggunakan sistem Work Force Management, di mana tim jaringan berpedoman pada kalender disiplin untuk melakukan perawatan BTS.
‘’Tim memiliki check list yang jelas mengenai apa saja yang harus dilakukan saat kunjungan. Dengan disiplin yang dilakukan ini, problem-problem jaringan bisa diantisipasi, sehingga gangguan pada pelanggan menjadi jauh berkurang,’’ tandasnya.
Ditambahkan dia, dalam mengoptimalkan fungsi monitoring kualitas jaringan, XL melengkapi sistem pemantauan dengan perangkat terintegrasi. Selain itu, juga tersedia perangkat  monitoring kinerja yang mempermudah tim pemantau jaringan dalam mendeteksi penurunan kualitas yang terjadi.
‘’Terakhir tersedia perangkat Service Quality Management (SQM) yang bisa menggambarkan tingkat kepuasan pelanggan. Sehingga petugas XL dapat mengambil tindakan sebelum masalah menjadi lebih besar,’’ pungkasnya.
Saat ini, XL satu-satunya operator yang memiliki jaringan serat optik yang luas. XL telah meluncurkan XL 3G pada 21 September 2006, layanan telekomunikasi selular berbasis 3G pertama yang tercepat dan terluas di Indonesia. (has/han)