OnePlus Laris Manis, Pendirinya Pun Menangis

Sebagai pendatang baru di industri ponsel, OnePlus tak mematok target yang terlampau tinggi untuk ponsel perdananya. Namun ternyata angka penjualan OnePlus One sampai saat ini sudah mencapai 1,5 juta unit.
Padahal saat pertama diluncurkan pada 2014, perusahaan asal China ini punya target penjualan yang jauh di bawah angka tersebut, hanya 30 ribu unit. Itu adalah angka yang mereka butuhkan agar OnePlus tetap bisa 'hidup'.
"Menjual 50 ribu ponsel dan ini adalah tahun yang cukup baik. Menjual 100 ribu ponsel, itu luar biasa. Namun pada akhirnya kami menjual sekitar 1,5 juta ponsel," ujar Carl Pei, pendiri OnePlus dalam sebuah wawancara, dilansir dari Ubergizmo, Jumat (24/7/2015).
Pei juga menceritakan masa-masa awal ketika OnePlus baru berdiri. Bermacam proses coba-coba yang harus dilakukan karena banyak karyawannya yang belum mempunyai cukup pengalaman. Namun setidaknya mereka punya motivasi yang sangat besar, oleh para pengguna awal OnePlus One yang bergantung pada kesuksesan ponsel dengan layar 5,5 inci itu. Pei pun sempat meneteskan air mata dalam wawancara tersebut.
Sebelum mendirikan OnePlus, Pei adalah karyawan Oppo. Ia bekerja di Oppo bersama Pete Lau, yang kemudian keduanya memutuskan meninggalkan Oppo dan memulai perusahaan baru, yaitu OnePlus.
Kini, OnePlus siap meluncurkan ponsel anyarnya, OnePlus 2 yang akan diluncurkan 27 Juli besok. Ponsel itu akan menggunakan prosesor Snapdragon 810, RAM 4 GB, dan sebuah port USB-C.
OnePlus pernah menyebut OnePlus 2 akan menjadi '2016 flagship killer', meski ponsel tersebut diluncurkan pada tahun 2015. Ya, OnePlus 2 memang tak dirancang untuk bersaing dengan ponsel keluaran 2015.
Alasannya adalah OxygenOS, yang diklaim oleh OnePlus lebih future proof. OS custom buatannya itu akan mempunyai sebuah fitur yang tak akan tersedia di ponsel lain sampai Android M dirilis.
Itulah faktor yang membuat OnePlus pede OnePlus 2 tetap lebih bagus dari ponsel-ponsel lain yang diluncurkan pada tahun 2015.(brt/han)