Pengguna Bisa Beri Nama dan Edit Lokasi

Google Maps
Aplikasi Google Maps yang sudah mengalami pembaruan di perangkat Android memberikan fitur baru. Maps menyuguhkan pengaturan lokasi yang bisa dilakukan oleh semua penggunanya.  Di dalam Maps, kini semua pengguna bisa memberi nama tempat-tempat yang belum teridentifikasi oleh Google. Contohnya, spot yang sangat terperinci seperti taman yang terletak di dekat rumah Anda. Tak hanya itu, kita juga bisa menyunting tempat-tempat yang memang sudah memiliki nama.
Untuk menamai tempat yang belum teridentifikasi tersebut, pengguna tinggal mengarahkan pin lokasi di dalam peta. Tekan pin tersebut kemudian klik titik yang berada di ujung kanan, lalu edit nama lokasi tersebut. Perlu diingat, setelah memberi nama lokasi tertentu, nama tempat tersebut hanya bisa terlihat dan dicari oleh kita sendiri. Jadi, sifatnya memang pribadi atau tertutup.
Cara yang sama juga diterapkan jika kita ingin mengubah nama lokasi yang sebelumnya sudah diidentifikasi. Selain 'bermain' nama lokasi, kita juga bisa menghapusnya kembali.
Belum ada kabar lebih lanjut mengenai fitur serupa untuk Google Maps pada perangkat bersistem operasi iOS. Beberapa waktu lalu, algoritma Google Maps malah sempat mengalami kesalahan teknis. Maps menampilkan hasil pencarian Gedung Putih sebagai 'rumah' Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dengan kata cercaan "nigger".
Tak hanya Gedung Putih yang jadi 'sasaran' Maps. Layanan ini juga sempat menampilkan gambar maskot Android yang buang air kecil di atas logo Apple.
Sebelum diperbaiki, gambar tersebut bisa disaksikan saat pengguna Google Maps memasukkan lokasi ke koordinat N 33°30’52.5″ E 73°03’33.2″. Ini adalah lokasi di pinggiran Rawalpindi, yang merupakan sebuah kota terletak di sebelah utara Pakistan. Dan gambar ini bisa dilihat sebelumnya melalui aplikasi mobile dan browser.
Gambar tersebut disinyalir memang sengaja dibuat oleh pengguna usil yang masuk melalui layanan pembuat peta Google.(brt/han)