Sasar Konsumen Indonesia, Siap Bangun Pabrik

Wiko masih tergolong baru di pasar ponsel pintar di Indonesia, namun soal target di tanah air, produsen asal Perancis ini tidak mau main-main. Merek ini ingin masuk ke dalam posisi lima besar ponsel pintar.
Chief Marketing Officer Wiko Mobile Janto Djojo mengatakan, beberapa strategi  sudah dilakukan oleh Wiko agar  penjualan dan serapan produk bisa memenuhi  target yang sudah ditentukan.
 "Dalam kurun waktu satu tahun ini, Wiko diharapkan bisa masuk lima besar dalam hal penjualan smartphone di Indonesia. Salah satu caranya dengan banyak membuka gerai dan retail modern serta memperkuat penjualan secara online," ungkap Janto.
Salah satunya memperluas retail modern market dengan menggandeng Galerigadget.com. Peresmian store tersebut sudah dilakukan beberapa waktu lalu di Mal Taman Anggrek yang berada di lantai 3 lot F22.  Hal ini sebagai langkah untuk lebih mendekatkan konsumen dengan produk Wiko.

"Ini salah satu strategi memperkuat jaringan retail kami untuk bersaing dengan pemain lama yang sudah eksis. Di store ini  juga calon konsumen bisa melakukan experience produk sehingga benar-benar akan merasakan keunggulan produk Wiko, seperti Wiko Highway Pure, smartphone 4G tertipis di dunia,” ungkap Chief Sales Officer Wiko Mobile Indonesia, Sung Khiun.

Lebih lanjut Sung Khiun mengatakan, strategi pembukaan retail modern sangat relevan dengan segmentasi produk Wiko yang menyasar kelas menengah atas.  Nantinya, lanjut Sung Khiun akan dibuka lebih banyak lagi  store semacam Galerigadget.com di mal  dan di kota-kota lain. "Kita harapkan dengan banyaknya  retail di mal dan kota-kota lain, penetrasi dan sebaran produk Wiko  lebih merata sehingga bisa dinikmati oleh banyak konsumen di Indonesia," ungkap Khiun.

Strategi lainnya agar Wiko lebih lekat dengan konsumen tanah air dan sebagai upaya memenuhi kewajiban TKDN, Wiko sudah memikirkan pembangunan pabrik di Indonesia. "Rencananya akan membuka pabrik tahun ini, lebih cepat lebih baik. Lokasinya masih di sekitar Jabodetabek," tambahnya.
Namun, Khiun masih  merahasiakan lokasi tepat pabrik Wiko Mobile. Menurut pengakuan dia, pabrik tersebut murni dari Wiko tanpa pihak ketiga. Sementara itu, desain ponsel pintar yang sudah mengusung teknologi 4G LTE ini disebut-sebut telah mengalahkan ketipisan iPhone 6
Wiko kerap menyebutkan lebih tipis dari iPhone 6 yang ketipisannya 6,9 mm dan bobot 129 gram. Sementara Highway Pure ketebalannya hanya 5,1 mm dengan bobot 98 gram. Saat mencobakannya, memang sangat tipis dan ringan. Saking tipisnya, rasanya harus berhati-hati saat menggenggam karena materialnya pun cukup licin.
Berbicara soal desain, Highway Pure tidak mirip iPhone 6. Malah, lebih menyerupai Sony Xperia M4 Aqua di mana pada bodi belakangnya ada kamera utama yang cukup besar berbentuk bulat. Terlebih melihat tulisan merek "Wiko" di bagian belakang, sekilas huruf "W"-nya mirip dengan trademark Sony Walkman.

Di samping itu semua, Highway Pure terlihat mengikuti perkembangan tren desain ponsel pintar yang memang digandrungi konsumen dengan menggunakan Corning Gorilla Glass 3. Terlihat mewah namun harus sering membersihkan bagian belakang ponsel karena mudah terkena noda bekas sidik jari.(cn/han)