Weibo Belum Tertarik Pasar Indonesia

Perusahaan jejaring sosial Weibo yang sering disebut sebagai Twitter dari China, belum tertarik untuk membuka kantor representatif atau menyediakan layanan dalam Bahasa Indonesia, seperti yang dilakukan perusahaan Cina lain yang memperluas pasarnya di sini.
Mereka mengakui Indonesia sebagai pasar penting tetapi untuk saat ini masih melihat permintaan pasar di Indonesia.  "Kami belum punya rencana karena masih melihat permintaan di Indonesia," kata Gaofei Wang, CEO Weibo, Selasa (11/8/15).
Kendati demikian, Gaofei membuka lebar pintu kesempatan bagi perusahaan Indonesia yang ingin bekerjasama dengan Weibo untuk menjangkau pasar daratan Cina. Ia berkata, Weibo kerap digunakan para eksekutif atau perusahaan yang fokus memperluas bisnisnya di Cina. Hingga kini sudah ada 1 juta akun pengguna resmi yang terverifikasi di Weibo, termasuk CEO Apple, Tim Cook, yang mendapatkan 100 ribu pengikut dalam 30 menit.
Perusahaan rintisan bidang teknologi asal Cina telah banyak memperluas sayap bisnis di Indonesia, yang terlihat agresif sejauh ini antara lain Baidu, Cheetah Mobile, UC Browser, sampai Xiaomi. Perusaha‎an seperti Baidu dan Cheetah Mobile, masuk ke Indonesia dengan menawarkan peranti lunak untuk mengoptimalkan performa komputer pribadi atau ponsel pintar, sampai dengan peranti lunak antivirus.
Weibo memiliki 198 juta pengguna aktif bulanan pada kuartal pertama 2015. Angka ini naik 11,2 persen dari 175,7 juta pada kuartal sebelumnya atau naik 38 persen dari tahun ke tahun.
Weibo mendapatkan 89 juta pengguna aktif setiap hari di bulan Maret, atau naik 34 persen dari periode yang sama tahun lalu. Perusahaan asal Beijing ini membukukan pendapatan USD 93,6 juta atau tumbuh 43 persen dari periode yang sama tahun lalu. Mereka masih membukukan kerugian sebesar USD 2,8 juta, angka ini menyempit dari USD 47,4 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan USD 15,4 juta dibandingkan kuartal sebelumnya.(cn/han)