HTC Berencana Pangkas 2.250 Karyawan

Belakangan ini kabar tidak menyenangkan memang sering menghampiri HTC. Perusahaan smartphone asal Taiwan ini memang sedang mengalami penurunan penjualan smartphone-nya belakangan ini. Persaingan yang semakin ketat dengan hadirnya brand baru yang menawarkan produk yang kompetitif semakin menggeser posisi HTC sebagai brand besar di dunia smartphone.
HTC One M8 maupun HTC One M9 tidak berhasil memperbaiki penjualan produk HTC padahal mereka sudah berusaha keras menghadirkan produk yang dirasa bisa menarik peminat dan perhatian calon pembeli ponsel Android yang ingin mencari ponsel premium berkualitas. Namun sayangnya pasar lebih memilih Samsung Galaxy atau iPhone dibandingkan ponsel flagship dari HTC tersebut.
Jadi tidak heran, berita yang dilansir The Next Web menyatakan HTC akan memotong 15% karyawannya yang berarti kurang lebih 2.250 orang yang terkena dampak, dikarenakan menurunnya angka penjualan. Kabar itu disampaikan perusahaan setelah beberapa hari merilis laporan keuangan kuartal kedua yang kedepanya keadaan diperkirakan akan semakin bertambah buruk di mana nilai penjualan HTC  telah menurun sebesar 75% dibandingkan penjualan pada tahun 2011.
Nilai saham HTC sendiri terus menurun selama tahun-tahun terakhir ini bahkan mereka membukukan kerugian yang cukup besar di kuartal kedua tahun 2015 ini, sekitar USD 252.7 juta.
Cher Wang, Kepala Eksekutif HTC menyampaikan, perusahaan membutuhkan bisnis lain, selain bisnis smarpthone. Perusahaan membutuhkan organisasi yang fleksibel dan dinamis agar terus mendapat keuntungan dari semua kesempatan yang berhubungan dengan gaya hidup yang terhubung.
HTC sendiri sebelumya telah mengumumkan di acara Mobile World Congress 2015, bahwa mereka akan bergabung dengan Valve untuk merilis headset perangkat gaming baru yang bernama Vive VR (Virtual Reality). Ini merupakan bukti bahwa perusahaan HTC tengah serius menjalankan diversifikasi bisnis. Jika hasil penjualan untuk sektor ini bagus, maka HTC akan serius dalam menjalakankan bisnis barunya selain smartphone. Sebagai merek yang pernah memiliki nama besar di dunia smartphone, kabar menurunnya penjualan HTC menjadi pukulan yang sangat berat bagi perusahaan asal Taiwan ini.
Langkah memangkas jumlah karyawan juga dilakukan oleh Lenovo yang merumahkan 3.200 karyawan di sektor non-manufaktur. Hal itu dilakukan Lenovo karena gagal mencapai target pendapatan dan untuk menyelamatkan biaya pada kuartal berikutnya.(brt/han)