Beli Mansion Rp 980 Miliar, Tapi Merasa Kesepian

Sekitar September 2014 lalu, Microsoft membeli perusahaan game Mojang asal Stockholm, Swedia. Mojang yang merupakan studio di balik permainan Minecraft dibeli dengan harga USD 2,5 miliar atau berharga lebih dari Rp 30 triliun.
Dengan uang yang sangat berlimpah tersebut, membuat pencipta Minecraft, Markus Persson menjadi seorang miliuner baru. Maka setelah masalah akuisisinya selesai, Persson tahu cara menghabiskan uangnya dengan membeli mansion yang sangat luas.
Mansion mewah ini terletak di Beverly Hills, Amerika Serikat, dengan harga USD 70 juta atau sekitar Rp 980 miliar. Tempat tinggal Persson tersebut kemudian didesain oleh desainer rumah kenamaan Bruce Makowsky. Seperti dikutip dari Business Insider, rumah Persson ini memiliki tanah yang sangat luas, dengan fasilitas kolam renang besar, delapan kamar tidur, 15 kamar mandi dan dekorasi yang sangat mahal. Bahkan boleh dibilang mansion ini termasuk paling mahal di Beverly Hills.
Diketahui juga, garasinya saja mampu menampung 16 mobil dengan tiga lift hydrolik untuk memindahkan jajaran mobil tersebut dari bawah ke lantai di atasnya. Garasinya tentu saja diisi dengan mobil-mobil mewah berharga miliaran rupiah.
Ini paling menarik, di salah satu sudutnya terdapat 25 jenis permen dan coklat dari merek M&M berikut dengan karakternya. Letaknya persis di sebelah tempat gym. Sudut paling cantik dari mansion ini tentu saja, kamar mandi yang menghadap ke kota Beverly Hills dan ruang makan untuk menjamu ala restoran dengan sajian cahaya kota.
Seperti dilansir cnnindonesia.com, Minecraft adalah permainan yang fokus pada kreativitas dan pembangunan. Permainan ini memungkinkan pengguna untuk membangun konstruksi dari kubus bertekstur dalam perspektif tiga dimensi.
Setelah diakuisisi Microsoft, Markus Persson, memutuskan hengkang dari perusahaan. Menurut laporan media massa, dua pendiri Mojang juga ikut undur diri. Mereka bertiga dikabarkan akan membangun proyek baru. "Saya menciptakan game karena hal itu menyenangkan. Saya tidak pernah berniat untuk membuat game-game tersebut menjadi sangat populer. Terima kasih sudah menjadikan Minecraft seperti sekarang, namun saya tidak bisa bertanggung jawab atas hal sebesar ini. Bukan perkara materi, ini soal kewarasan saya," tulis Persson dalam blog pribadinya.
Namun menjadi terkenal dan berlimpah uang ternyata tak selamanya membuat bahagia.  Bagi Persson, uang bukanlah segalanya, dan bukan untuk membeli kebahagiaan. Dia curhat melalui akun Twitternya yang terkesan melankolis dan drama.
Bagi banyak orang, Persson mungkin tampak seperti pria dengan segala sesuatu. Sebaliknya, ia mengeluhkan sulitnya memiliki hubungan.
Dia menulis: "Nongkrong di Ibiza dengan sekelompok teman-teman dan berpesta dengan orang-orang terkenal, bisa melakukan apa pun yang saya inginkan, dan saya tidak lebih seperti di isolasi."
Persson melanjutkan bagaimana di Swedia dia duduk sendiri menunggu teman dan segala rutinitasnya, dia merasa hampa dan mirip seperti merefleksikan dirinya dalam bayangan di monitor.
"Pernah juga menemukan gadis yang hebat, tapi dia takut pada saya dan gaya hidup saya dan pergi dengan orang normal sebagai gantinya," katanya.
Dia tidak pernah yakin orang normal benar-benar ada di dunianya, tetapi yang terjadi asalah ketidakseimbangan yang menjadi ketimpangan antar manusia dan itu terjadi beberapa tahun terakhir.
Kesepian setelah menjual Mojang ke Microsoft membuat dia berpikir yang agak berbeda dan ingin melakukan sesuatu agar kesepian tersebut tak membuatnya 'terbunuh'.(cn/han)