Tiga Ilmuwan Diasingkan Sebelum Terbang ke Mars

Perjalanan manusia ke Mars membutuhkan persiapan matang. Penelitian dan pengembangan di Bumi terus dilakukan dan sekelompok ilmuwan kembali harus diasingkan dari peradaban Bumi guna mensimulasikan apa yang mungkin dialami astronaut selama di Mars.
Tim ilmuwan yang terdiri dari enam orang pada Jumat lalu (28/8) menjalani simulasi di lokasi terpencil, yakni sebuah pulau di Hawaii, Amerika Serikat. Dari laporan NBC News, simulasi yang diselenggarakan oleh program Space Exploration Analog and Simulation (SEAS) kali ini adalah keempat kalinya dilakukan dan durasinya pun lama, 365 hari alias setahun.
Tim ilmuwan itu terdiri dari tiga perempuan dan tiga pria. Empat kru di antaranya asal Amerika, satu dari Perancis, dan satu lagi berkebangsaan Jerman. Enam ilmuwan ini akan 'dikurung' di dalam ruang simulasi berbentuk kubah yang lebarnya 10 meter dan tinggi 6 meter. Kubah tersebut menggunakan tenaga surya.
Tempat tinggal kubah itu memiliki area lantai bawah yang terdiri dari laboratorium, dapur, ruang kerja, ruang makan, dan kamar mandi. Sementara di lantai atas terdapat enam kamar tidur dan satu kamar mandi.
Selama satu tahun simulasi menjalani aktivitas di lingkungan 'Mars' tersebut, mereka sudah diberi pasokan makanan dan air. Makanan yang mereka dapatkan itu sama persis seperti makanan yang diperoleh oleh astronaut di antariksa.
Para peneliti bakal memantau keenam ilmuwan ini melalui kamera, pelacak pergerakan tubuh, dan metode lain. Mereka akan mengumpulkan data dalam sebuah penelitian yang bertema "A wide range of cognitive, social and emotional factors that may impact team performance".
"Kami harap misi ini akan menumbuhkan pemahaman baru soal faktor sosial dan psikologis pada eksplorasi antariksa jangka panjang," ujar pimpinan investigator HI-SEAS, Kim Binsted dalam sebuah pernyataan saat bertandang di University of Hawaii.
Para ilmuwan yang terlibat dalam penelitian ini tidak diizinkan melakukan tatap muka atau kontak dengan manusia lain di luar kubah. Mereka diizinkan keluar kubah untuk melakukan kegiatan di luar ruangan seperti bermain golf. Tetapi, kegiatan di luar ruangan itu kebanyak melakukan penelitian linkungan setempat.
Program simulasi sebelumnya yang juga beranggotakan enam ilmuwan memakan waktu delapan bulan. Mereka diasingkan di sekitar lereng Mauna Loa, Hawaii. Memantau perasaan dan performa dari seluruh kru ilmuwan selama berada di lingkungan terisolasi dinilai bisa membantu staf di Bumi nantinya ketika misi penjelajahan Mars di masa depan sudah dilakukan. Semuanya bertujuan untuk menentukan apakah awak astronaut mengalami depresi atau masalah komunikasi selama di Mars.(brt/han)