Tahun Depan, Pemerintah Turunkan Tarif Telefon Seluler

JAKARTA - Tingginya tarif telefon seluler menjadi salah satu pokok kajian di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hal tersebut menjadi penting dibahas karena berdasarkan fakta perkembangan telekomunikasi belakangan ini, masyarakat lebih cenderung menggunakan paket data daripada paket bicara dalam berkomunikasi.
Terkait masalah tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, memastikan akan menurunkan tarif biaya percakapan telefon seluler pada tahun depan. Saat ini, kata dia, pemerintah sedang mengkaji ulang sistem dan tarif yang akan diberlakukan.
"Bukan bisa turun, bahkan ini harus turun, Ada beberapa hal yang menjadi alasan terkait penurunan tarif terminasi," ujar Rudiantara saat ditemui di acara serah terima unit mobil operasional MDI di Masjid Istiqlal, kemarin.
Ia menjelaskan, tarif terminasi adalah biaya yang harus ditanggung operator penelefon kepada operator penerima. Hal tersebut dikarenakan komunikasi yang dilakukan telah menggunakan jaringan operator penerima. Tarif terminasi inilah yang akan segera diturunkan.
"Salah satu alasan investasi interkoneksi yang dilakukan adalah investasi lama. Tidak ada lagi investasi baru. Seharusnya memang sudah ada penyesuaian tarif," ujarnya.
Jika tarif terminasi ini diturunkan, maka perbedaan tarif retail off net dan on net akan semakin kecil. Selama ini, tarif off net delapan kali lebih mahal dibandingkan tarif on net.
Bila tarif terminasi dan perbedaan tarif off net dan on net sudah turun dan mengecil, maka juga berdampak pada turunnya harga jual tarif operator untuk penggunanya.
Jadi, kata dia, apabila pada 2016 sudah mulai diberlakukan tarif interkoneksi yang baru, maka tarif interkoneksi turun dan operator jualnya juga akan lebih murah. (oke/aim)