Ajak Pengguna Kreatif, Hindari Angle Pasaran

MALANG POST - Pada saat sedang berlibur atau berpergian jauh, Anda menemukan spot bagus untuk mengambil foto karena pemandangan yang disuguhkan sangat menarik perhatian. Lalu, tanpa berlama-lama anda mengambil smartphone atau kamera untuk mengabadikan momen tersebut. Namun dengan kamera yang satu ini, Anda tidak bisa mengambil foto sembarangan, kenapa?
Kamera ini memiliki nama Camera Restricta, mungkin dari namanya sudah bisa ditebak yang mengandung kata “dibatasi”. Namun apa yang dibatasi pada kamera ini? Ya kamera ini memiliki batasan dimana Anda tidak bisa sembarangan dalam mengambil foto yang Anda inginkan. Mengapa bisa begitu?
Dikutip dari PetaPixel, Kamis (10/9/2015), Philipp Schmitt selaku desainer kamera ini mengatakan bahwa kamera ini diciptakan agar penggunanya memiliki jiwa lebih kreatif, sehingga tidak mengambil foto di tempat yang sama dan membidik objek yang sama.
Cara kerja kamera ini bisa dibilang unik, nantinya saat pengguna ingin membidik objek yang diinginkan, jika diketahui objek itu sudah sering diambil, maka kamera tidak akan bekerja sehingga tidak akan mengasilkan foto seperti yang diinginkan. Jadi pengguna diwajibkan membidik objek lain yang mungkin belum pernah orang lain dapatkan.
Prosesnya cukup simpel, kamera ini mengumpulkan jumlah Geo-tagging yang diperoleh melalui GPS. Kemudian kamera akan melakukan kalkulasi, apakah boleh pengguna membidik objek yang diinginkan. Jika boleh, maka bagian viewfinder pada kamera ini akan menjadi jelas dan diperbolehkan untuk mengambil foto. Namun jika ternyata objek yang dibidik sudah terlalu sering diambil oleh orang lain, maka akan terdapat tanda silang viewfinder pada kamera, dan pada layar kamera sendiri akan muncul peringatan bahwa objek yang dibidik tidak dapat diambil.
Mungkin kamera ini sangat tidak cocok dibawa berpergian saat sedang berlibur, pasalnya objek pada tempat hiburan biasanya sudah sering diambil orang lain. Philipp Schmitt pun juga mengatakan bahwa maksud dari kamera ciptaannya adalah, agar foto yang dihasilkan lebih memiliki perbedaan yang menonjol dibanding dengan foto pada umumnya, sehingga nilai kreatif dan seni foto tersebut tetap ada, tanpa unsur plagiat.(brt/han)