Drone Bawah Laut, Hadirkan Sensasi Berbeda

Pengguna bisa melihat dan menikmati keindahan dunia bawah laut tanpa harus menyelam.

Trident
Biasanya drone identik dengan sebuah pesawat radio kontrol yang memiliki 4 atau 6 baling-baling yang terbang di kisaran 100 meter hingga 1 kilometer. Namun tidak dengan drone satu ini. Trident, sebuah drone yang dapat menjelajahi dunia bawah laut dengan leluasa layaknya drone pada umumnya. Ide dari drone bawah laut ini berasal dari sebuah kampanye Kickstarter oleh OpenROV yang memulainya 3 tahun lalu.
OpenROV menciptakan drone bukan tanpa alasan, Trident dimaksudkan untuk memberikan pengalaman yang berbeda dibanding dengan drone pada umumnya yang terbang tinggi. Dengan Trident, pengguna bisa menjelajahi alam bawah laut yang sebelumnya tidak pernah dapat dilakukan. Mungkin ada yang takut akan kedalaman, atau tidak bisa berenang namun penasaran dengan kondisi di dalam laut, tentu akan sangat terbantu dengan kehadiran Trident.
Bentuk desain dari drone ini mirip dengan kapal selam, terdapat dua baling-baling di bagian belakang namun berbentuk seperti kotak persegi. Di bagian sisinya, ada sebuah karet yang berfungsi sebagai pelindung drone ini dari batu karang atau benda-benda lain.
Untuk spesifikasinya, Trident dapat berselancar di dalam laut hingga kedalaman 100 meter dan dapat bergerak dengan kecepatan maksimal hingga 2 meter per detik. Trident dapat bergerak secara luwes layaknya sebuah robot ikan, dan juga dapat bergerak cepat atau lambat sesuai dengan keinginan pengendalinya. Untuk ketahanan, Trident dapat menyelam di dalam laut hingga 3 jam.
Drone ini juga dilengkapi dengan kamera beresolusi HD untuk mengambil foto atau merekam video, sehingga drone ini benar-benar memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan drone pada umumnya. Trident juga dilengkapi dengan sebuah perangkat WiFi yang mengapung 25 meter dari drone ini.
Untuk harganya, OpenROV memberi harga drone ini sebesar Rp 14 juta. Lebih mahal dbandingkan dengan drone pesawat pada umumnya.(brt/han)