Google Tanam Chip Tambahan di Nexus

MALANG POST - Saat membuat iPhone 6S dan iPhone 6S Plus, Apple menyematkan chip tambahan pada ponsel anyarnya itu. Rupanya hal tersebut dilakukan pula oleh Google. Raksasa pencarian online itu menyematkan chip tambahan pada dua Nexus terbaru.
Hanya saja, cara kerja masing-masing chip tersebut berbeda. Pada iPhone, chip tambahan tersebut didedikasikan untuk terkoneksi dengan sensor kamera. Sehingga dapat mengurangi konsumsi daya meski sering memotret atau merekam video.
Sementara chip yang digunakan Google dibekali algoritma yang telah dikustomisasi. Kehadiran chip bernama Sensor Hub ini memungkinkan untuk mengumpulkan data dari sejumlah sensor aktivitas dan gerak, mulai dari accelerometer, gyroscope hingga fingerprint.

Alhasil ponsel mengetahui ketika tengah berubah orientasinya atau mendeteksi seseorang menyentuh layar. Bahkan ponsel mampu mengetahui pengguna tengah mengendarai sepeda.
Karena menggunakan chip sendiri, semua pemrosesan data dari sensor gerak tidak melibatkan terlalu banyak CPU utama. Hal ini membuat konsumsi daya CPU utama tetap rendah. Sensor Hub sendiri dibuat hemat daya baterai.
Seperti diungkap Android Police, Rabu (30/9/2015), Sensor Hub turut mendukung sensor batching. Sebuah fitur yang dikenalkan pada KitKat yang memungkinkan penundaaan penanganan data yang kurang penting selama beberapa saaat.
Contoh penggunaan sensor bacthing ini pada penghitungan langkah kaki untuk aplikasi kebugaran. Prosesor utama jadi tak perlu bekerja saat ponsel melakukan penghitungan langkah, karena dat ditangani oleh sensor.
Untuk saat ini, Sensor Hub baru tersedia di Nexus terbaru. Tapi ke depannya akan menjadi komponen standar pada ponsel berbasis Android.

Pengguna Android 1,4 M, Indonesia Terbanyak
Jakarta - Seiring penetrasi yang makin meluas membuat jumlah pengguna Android terus meningkat. Sistem operasi besutan Google ini telah menembus angka miliar pengguna aktif.
Hal tersebut diungkap CEO Google Sundar Pichai saat mengumumkan duo Nexus terbaru. Dikatakannya, Android kini punya 1,4 miliar pengguna aktif dalam sebulan. Jumlah tersebut meningkat 400 juta setelah perhelatan Google I/O pada Juni lalu.
Google mencatat Indonesia dan Vietnam sebagai negara yang mengalami peningkatan pengguna paling tinggi. Ini ditengarai makin banyaknya yang membeli ponsel Android di kedua negara tersebut
"Peningkatannya mencapai dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Apa yang membuat menarik dari hal ini adalah semakin banyak orang yang mengadopsi smartphone untuk pertama kalinya," ujar Pichai seperti dikutip Techcrunch, Rabu (30/9/2015).
Lebih lanjut bos Google itu mengatakan pihaknya melihat pertumbuhan di masa depan tergantung pada kehadiran ponsel terjangkau. Karena itu, Google akan memperluas inisiatif Android One.
"Kami akan mengembangkan program ini (Android One) ke banyak negara," pungkas pria berdarah India ini. (dtc/feb)