Tanam Data Center di Kutub Utara

MALANG POST - Untuk menyimpan dan memproses data dari ratusan juta pengguna di seluruh dunia, Facebook memiliki beberapa data center raksasa. Salah satunya di dekat kutub utara, tepatnya di kota Lulea, Swedia.
Data center di Lulea ini mulai digunakan tahun 2013 dan merupakan data center pertama Facebook di luar Amerika Serikat. Lokasinya dekat dengan lingkar Arktik, dikelilingi hutan dan danau. Sebelumnya, sudah ada 4 data center raksasa Facebook, semuanya berlokasi di Amerika Serikat.
Masifnya data elektronik yang harus disimpan dan diproses Facebook membuat peran data center ini sangat vital. Dikutip detikINET dari Guardian, Rabu (30/9/2015), tiap harinya website yang didirikan Mark Zuckerberg itu menerima kira-kira 350 juta foto, 4,5 miliar like dan 10 miliar pesan.
Data center di Lulea tersebut kebanyakan menangani data yang berasal dari benua Eropa. Misalnya ada orang selfie di London atau posting status di Paris, data mereka akan disimpan Facebook di sini.
Menurut Facebook, data center di Lule ini adalah fasilitas komputasi yang paling efisien soal pemakaian energi, dibantu dengan hawa dingin di Lulea. Di musim dingin, rata-rata suhu di sana sampai minus 20 derajat Celcius. Hawa dari luar itu dialirkan ke dalam gedung sebagai pendingin alami. Sedangkan hawa panas dari server dialirkan keluar.
Selain hawa dinginnya, Lulea dipilih karena pasokan listriknya besar dan stabil sebagai sumber energi data center Facebook. Ada mesin diesel sebagai back up jika listrik bermasalah. Bangunan data center itu lebarnya 300 meter dan panjangnya 100 meter.
Bagian dalam didominasi oleh rak-rak server berderet-deret. Ada sekitar 150 pegawai dipekerjakan, kebanyakan penduduk lokal. Dan mereka bangga bisa jadi bagian Facebook. "Sangat menarik di sini. Kami berada di baris depan teknologi," ucap Vile Sjorgen, salah satu teknisi.
Lingkungannya pun dirasa nyaman untuk bekerja. Saat musim dingin dan banyak salju, karyawan bisa main ski. Atau memancing di danau es. Kadang ada pemandangan cahaya aurora yang indah.
"Dua minggu yang lalu, aku bersepeda ke rumah dan muncullah cahaya aurora. Jadi aku langsung berhenti dan menjepret foto," kata Joel Kjellgren, salah satu karyawan.
Dan tentu saja kehadiran data center Facebook itu menumbuhkan ekonomi lokal. Ada restoran dan hotel baru berdiri di Lulea. Dan minat penduduk lokal pada teknologi pun semakin tinggi. (dtc/feb)