XL Tebar Sinyal di Pulau Terluar Aceh

MALANG POST - Ada kabar gembira bagi pengguna layanan XL Axiata yang berniat jalan-jalan ke Simeulue. Di pulau terluar paling ujung atas Nanggroe Aceh Darussalam itu sekarang sudah ada sinyal telepon seluler.
Memang sih, layanan seluler yang dihadirkan XL di pulau itu belum 4G. Tapi kalau sekadar halo-halo, SMS, maupun internetan, sebenarnya sudah bisa lewat akses 2G dan 3G dengan frekuensi 1.800 MHz dan 900 MHz.
Akhir pekan ini, XL kembali meresmikan base transceiver station (BTS) terbarunya di pulau itu. Tak tanggung-tanggung, Menkominfo Rudiantara diajak ikut serta untuk menyaksikan kehadirannya.
Selain menteri, XL juga mengundang sejumlah petinggi setempat, seperti Bupati Simeulue Riswan NS dan Komandan Pangkalan TNI AL Letkol Laut Elfanda.
Menurut Dian Siswarini, President Director & CEO XL Axiata, menteri dan para petinggi lainnya sengaja diundang dalam peresmian BTS ini karena mereka ingin menunjukkan komitmennya melayani seluler di pulau terluar Indonesia.
"Sengaja kami menegaskan komitmen kami ini sebagai bagian dari memperingatan HUT XL ke-19 yang jatuh di Oktober 2015 ini," ujarnya dalam peresmian di Sinabang, Sabtu (3/10/2015).
XL sendiri, menurut Dian, sudah melayani warga Simeulue sejak September 2008 lalu. Dan kini, pulau yang dihuni 90 ribu warga itu akan dilayani dengan lima base station, dimana tiga BTS di antaranya sudah 3G.
"Apa yang kami lakukan di sini merupakan bagian dari upaya kami dalam membantu menyediakan infrastruktur yang bisa menjembatani pembangunan hingga ke daerah-daerah terpencil, termasuk pulau-pulau terluar," kata Dian.
BTS terbaru yang diresmikan Menkominfo persisnya berlokasi di lingkungan Makolanal Simeulue, yang ditopang pada menara setinggi 30 meter.
Sedangkan untuk menghadirkan koneksi seluler di lima BTS itu, XL terpaksa menggunakan satelit. Pasalnya, pulau itu jaraknya cukup jauh, sekitar 150 km dari Samudera Hindia ke lepas pantai Aceh Selatan.
Dengan BTS baru ini, masyarakat di area Kecamatan Simeulue Timur, tepatnya di Desa Lugu dipastikan bisa mengakses layanan XL, khususnya layanan data dan internet.
Dian pun berharap, dengan penambahan BTS 3G ini akan membantu masyarakat untuk mampu lebih terjembatani dalam mengakses informasi, juga akan bisa mendukung promosi daerah.
"XL juga hadir di sejumlah pulau terluar lainnya. Apalagi di sini juga ada pangkalan TNI AL yang menjaga wilayah kedaulatan NKRI," ujarnya lebih lanjut.
Pulau Simeuleu memiliki banyak potensi besar, antara lain di bidang pariwisata. Pasalnya, di situ ada ombak bagus yang cocok untuk olahraga selancar alias surfing. Ombak di Simeulue sudah dikenal di antara para peselancar asing, dan secara rutin mereka juga datang ke sana.
Selain itu, pulau ini juga memiliki potensi besar di bidang perikanan, salah satunya dalam budidaya udang lobster. Di perkebunan, warga setempat secara turun-temurun juga menanam cengkeh.
"Kami sangat berharap, layanan XL akan bisa ikut mendukung kegiatan masyarakat setempat yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat," pungkas Dian.
Selain Simeulue, XL juga telah melayani masyarakat di pulau-pulau terluar seperti Pulau Weh, Sabang (Aceh), Nias (Sumut), Kepulauan Natuna dan sejumlah pulau yang berbatasan dengan parairan Singapura dan Malaysia (Kepri), Sebatik (Kaltara), serta Biak (Papua).
Sementara di perbatasan darat dengan negara tetangga, layanan XL juga ada di Entikong (Kalbar), Jayapura dan Merauke (Papua). Sejauh ini, XL telah memiliki total BTS kurang lebih 54 ribu, dimana 16 ribu di antaranya 3G. (dtc/feb)