Xiaomi Lawan Dominasi Apple dan Samsung di Amerika

Apple dan Samsung memang masih yang paling besar, sedangkan Nokia dan BlackBerry hanya tinggal memiliki nama besar. Xiaomi yang baru hadir 5 tahun terakhir ternyata merangksek ke posisi teratas pemasuk ponsel terbesar dunia.
Xiaomi memulai bisnisnya di Cina, kemudian dilanjutkan ekspansi ke sejumlah negara, Indonesia salah satunya. Dan di setiap ekspansinya Xiaomi menunjukkan geliat kesuksesan.
Selama tiga dekade terakhir warga AS begitu familiar dengan iPhone yang terkenal buatan Amerika Serikat atau berlabel "desained in California". Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa iPhone sebenarnya dibuat di negeri Cina.
Berbeda dengan iPhone, Xiaomi adalah produk tulen buatan Cina. Ponsel buatannya dirancang sedemikian rupa dan yang terpenting, perusahaan ini mengandalkan penggunaan Internet sehingga menjadi salah satu perusahaan di dunia dengan biaya pemasaran yang relatif murah.
“Ada pasar yang besar untuk ponsel murah di Amerika Serikat dan Eropa,” kata Hans Tung, dari GGV Capital.
Dan itu ternyata bukan bualan belaka. Xiaomi mulai melakukan penjualan secara online di AS dan Eropa sejak Mei 2015 lalu, dan setiap dibuka seluruh ponsel langsung ludes terjual.
Tapi ini adalah langkah awal, dan masih jauh untuk mematahkan dominasi Apple atau Samsung di negeri Paman Sam. Xiaomi didirikan di Beijing pada 2010 oleh Lei Jun, seorang ilmuan komputer dan wirawasta. Xiaomi sendiri sangat populer di Cina dan menjadi bisnis e-commerce terbesar nomor tiga di sana.
Pada akhir 2014, perusahaan ini memiliki nilai sebesar 45 miliar dollar AS, suatu peningkatan sebesar 18.000 persen sejak pertama kali didirikan dengan menggunakan sistem fund-raising. Xiaomi kemudian menjadi perusahan rintisan paling bernilai yang pernah ada.
Xiaomi sendiri sering disebut-sebut sebagai "Chinese Apple", sebuah frase yang menunjukkan dua hal yang kontras, kekaguman akan desain yang bagus serta ejekan terhadap desain yang terkesan meniru kompetitornya.
Semua reaksi yang ada pun dibenarkan, beberapa ponsel buatan mereka terlihat seperti meniru iPhone (seperti Mi4). Jun pun seringkali dibandingkan dengan Steve Jobs terkait kejeniusan mereka dalam mengelola bisnisnya.
Di sisi lain Xioami juga mengemas produknya secara apik, peranti lunak pada ponsel buatannya dirancang agar berjalan optimal serta memiliki dukungan purna jual yang baik. Dengan kata lain, Xiaomi bisa dikatakan memulai perusahaan yang memasarkan hardware tapi juga didukung peranti lunak yang baik.
"Semakin bagus hardware, semakin banyak perbedaan yang dapat dibuat softwarenya," kata Jun.(cnnindonesia/han)