Percepat Pelunasan Pinjaman USD 100 Juta

MALANG POST – PT XL Axiata Tbk (XL) mengumumkan percepatan pelunasan pinjaman dari Royal Bank of Scotland (RBS) sebesar USD 100 juta, kemarin. Langkah ini dilakukan seiring dengan proses pencairan pinjaman sebesar Rp 1,5 triliun dari Bank Sumitomo Mitsui Indonesia.
“Kami menyadari sepenuhnya konsekuensi atas kondisi perekonomian global terhadap perusahaan, termasuk yang terkait dengan pinjaman XL dalam mata uang asing. Dengan penyelesaian semua pinjaman dalam US Dollar yang tidak di-hedge, kami berharap beban perusahaan menjadi berkurang dan dapat mendukung kinerja XL ke depan,” kata Presiden Direktur XL, Dian Siswarini.
Dalam beberapa bulan terakhir, XL secara proaktif telah melakukan beberapa langkah untuk mengurangi risiko nilai tukar mata uang asing melalui Inisiatif Pengelolaan Neraca Keuangan (IPNK). Percepatan pelunasan utang dan konversi ke mata uang rupiah senilai total USD 580 juta tersebut, merupakan penyelesaian keseluruhan portofolio utang eksternal XL dalam US Dollar yang tidak diberikan fasilitas lindung nilai. Dengan demikian, hingga saat ini, seluruh pinjaman eksternal yang dimiliki XL dalam USD yang tidak di-hedge telah dilunasi dan XL hanya memiliki pinjaman eksternal dalam US Dollar yang telah di-hedge hingga saat jatuh tempo.
Keputusan XL ini, lanjut Dian Siswarini, seiring dengan  Agenda Transformasi yang sedang dijalankan, dimana Manajemen XL telah menjalankan rencana secara jelas dan nyata untuk secara proaktif memperkuat posisi keuangan perusahaan melalui rangkaian IPNK yang mencakup pengurangan risiko terhadap pergerakan nilai tukar mata uang asing.

Agenda transformasi bisnis yang dijalankan oleh XL diimplementasikan melalui strategi 3R yang telah berjalan sejak awal 2015. Strategi 3R ini meliputi “Revamp, Rise & Reinvent”. Revamp, menurut Dian adalah mengubah model bisnis pencapaian jumlah pelanggan dari volume ke value, strategi distribusi serta meningkatkan profitabilitas produk. Sedangkan Rise, meningkatkan nilai brand XL melalui strategi dual-brand dengan AXIS untuk menyasar segmen pasar yang berbeda. “Reinvent adalah membangun dan menumbuhkan berbagai inovasi-inovasi bisnis,” ujarnya.
    
Transformasi bisnis dilakukan untuk merespon dinamika perubahan pasar yang sangat dinamis dan fokus untuk menciptakan nilai-nilai sehingga XL dapat membangun bisnis yang lebih berkelanjutan ke depannya.(*/han)