Implan Chip dalam Tubuh, Berisi Data dan Pasword

Chip ini bisa dimasukkan ke dalam tubuh tanpa terasa sakit. Petinggi Kaspersky Lab saat memperkenalkan chip tersebut.

Teknologi
Pernahkan Anda sering lupa membawa kunci mobil atau lupa dengan PIN rekening bank kita saat hendak melakukan transaksi? Semua masalah itu kini bisa teratasi dengan memasang chip implan seukuran butir beras ini. Bio hacking ini sendiri dikenalkan oleh BioNyfiken pada ajang Kaspersky Cyber Security Summit 2015 yang digelar di Port Dickson, Negeri Sembilan, Malaysia yang telah diselenggarakan 19 November 2015 lalu.
Ya, bio hacking. Sekelompok orang yang berasal dari Swedia bernama BioNyfiken baru-baru ini memperkenalkan bio hacking, di mana mereka mengimplankan sebuah chip yang memiliki ukuran sebesar butir beras yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia.
Topik bio hacking saat ini memang sedang menjadi tren di kalangan startup, karena perkembangan teknologi yang sangat pesat. Salah satunya chip implan ini yang diklaim dapat menggantikan fungsi PIN rekening, kunci mobil, atau bahkan password untuk membuka kunci pada smartphone.
Chip yang berukuran sebutir beras ini diklaim oleh Kaspersky tidak akan menyebabkan efek samping atau komplikasi, karena chip ini terbuat dari bahan medical glass yang diklaim aman jika ditanamkan di dalam tubuh manusia. Chip ini dinanamkan pada tubuh bagian tangan manusia, tepatnya diantara ibu jari dan jari telunjuk.
BioNyfiken sendiri telah memulai meneliti dan mengembangkan chip implan ini sejak 2013 lalu, dan pada Oktober 2014 chip pertama kali ditanamkan pada tubuh manusia. Chip implan ini sebelumnya juga telah diperkenalkan oleh Kaspersky pada ajang IFA 2015 yang telah diselenggarakan September lalu di Berlin, Jerman. Kini lewat ketiga orang petingginya, yakni Sergey Lozhkin, Rainer Bock, dan pendiri Bio Nyfiken, Hannes Sjoblad, Kaspersky Lab kembali memperkenalkan inovasinya tersebut.
Sjoblad memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC) yang ia kembangkan ke dalam chip implan tersebut, sehingga semua alat yang saat ini telah mendukung fitur konektivitas NFC dapat berhubungan dengan chip tersebut hanya dengan menyentuhnya saja. Chip implan ini juga mampu menyimpan data-data pribadi seperti data kartu nama atau yang bersifat rahasia seperti password dan PIN.
Untuk mendukung penelitian dan pengembangannya, bahkan para petinggi Kaspersky Lab yang hadir pada ajang tersebut telah mengimplankan chip tersebut ke dalam tangan mereka. Salah satunya Sjoblad yang melengkapi tangannya dengan chip tersebut dan melengkapi alat-alat di kantornya dengan NFC Juga.
“Chip ini bisa membuka akses pintu kantor. Anda tak perlu lagi membawa kunci atau kartu akses untuk membuka pintu-pintu ruang kantor, bahkan printer dan mesin fotocopy juga dapat diaktifkan dengan chip ini” kata Sjoblad yang dikutip dari CNN Indonesia, (21/11/2015).
Tak hanya itu saja, chip ini juga didemonstarsikan oleh Rainer Bock, salah seorang petinggi Kaspersky juga yang mendemonstrasikan bagaimana chip yang telah tertanam dalam tubuhnya mampu membuka kunci smartphone yang ada digenggamannya.
Lalu bagaimana cara melakukan proses implan chip tersebut? Berbicara di depan hadirin yang menunjungi ajang tersebut salah satu petinggi BioNyfiken, Hannes Sjoblad menjelaskan cara pengimplanan chip tersebut. Ia kemudian mendemonstrasikan pemasangan chip itu kepada salah satu relawan yang hadir dalam acara tersebut dan dia menjamin tidak akan ada rasa sakit karena chip tersebut seukuran butir beras.
Dan benar saja, setelah melalui proses pemasangan yang cukup singkat, akhirnya chip berhasil tertanam di tangan sang relawan yang tersenyum sepanjang proses itu berlangsung. Setelah berhasil terpasang, lantas pengunjung lain yang penasaran dengan chip tersebut kemudian meraba chip yang sudah tertanam di tangan relawan itu.
Menurut Hannes Sjoblad, chip ini sudah diuji pada 100 lebih relawan dan hasilnya sangat memuaskan. Chip seharga USD 90 atau sekitar Rp 1,2 juta ini sangat cocok bagi Anda yang sangat sering sekali melupakan hal-hal yang penting seperti password atau PIN. Chip ini pun menurut BioNyfiken sudah terjual lebih dari 10.000 unit dan mereka akan mengembangkan chip tersebut agar dapat bisa menjadi alat pembayaran, monitor kesehatan, bahkan sebagai pengganti password email.(cnn/han)