CEO Google Dukung Umat Muslim

Pernyataan bakal calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin umat muslim dilarang memasuki negara tersebut, terus mendapatkan pertentangan. Kini, giliran CEO Google Sundar Pichai yang menyatakan penolakannya.
Dalam sebuah postingan blog miliknya di Medium.com, Pichai mengatakan bahwa apa yang diungkapkan oleh Trump tak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh Amerika Serikat.
Dia menyimpulkan bahwa retorika anti-muslim yang didengungkan oleh Trump adalah sesuatu yang mengecewakan. "Mari kita tidak membiarkan rasa takut kalah dengan nilai-nilai kita," katanya.
Pichai melanjutkan, "Keterbukaan pikiran, toleransi dan penerimaan orang baru di Amerika Serikat adalah salah satu kekuataan terbesar negara ini dan karakteristik yang menentukan."
Dia menyebutkan dirinya sendiri merupakan imigran yang datang dari India ke Negeri Paman Sam sekitar 22 tahun lalu, dan saat ini dia sukses menjadi CEO Google pada Agustus silam.
Di akhir postingannya, Pichai menyatakan mendukung Umat Muslim dan semua kaum minoritas di Amerika Serikat dan seluruh dunia. "Jangan biarkan rasa takut mengalahkan nilai-nilai kita. Kita harus mendukung komunitas muslim dan minoritas lain di Amerika Serikat dan di seluruh dunia," tandasnya.
Sebelum Pichai, CEO Facebook Mark Zuckerberg menyatakan tak sependapat dengan Trump dan mendukung umat muslim yang diserang oleh pernyataannya. Pria yang baru saja menjadi bapak itu juga menegaskan Facebook adalah komunitas yang terbuka bagi siapa saja, agama apa pun dan dari wilayah mana saja. Semua akan diperlakukan sama dan memandang latar belakang pengguna.
“Saya ingin bicara untuk mendukung muslim di komunitas kami dan seluruh dunia,” tulis status Zuckerberg melalui akun Facebook-nya.(cnn/han)