Rayu BlackBerry Dukung 3G 900

Layanan 3G Indosat yang berjalan di frekuensi 900 MHz memang memiliki kecepatan akses menjanjikan. Namun di sisi lain, layanan ini juga dihadang pekerjaan rumah yang cukup berat. Yakni masih terbatasnya ketersediaan perangkat yang sudah mendukung 900 MHz. Sebagian besar ponsel yang beredar di pasaran justru lebih banyak yang mendukung 2.1 GHz. Director & Chief Commercial Officer Indosat Erik Meijer pun mengakui kondisi ini. Sehingga ia berharap adanya dukungan dari vendor perangkat agar dapat menyokong Indosat dengan menjajakan ponsel, dongle, ataupun perangkat lainnya yang sudah jalan di 900 MHz.
"Mereka (vendor ponsel-red) mengakui jika handset yang support 900 MHz masih 50 persen di pasaran. Dengan adanya dukungan ini, kami berharap angka itu menjadi 100 persen," ujarnya, dalam acara soft launch 3G 900 di Bukittinggi, Padang.
Upaya penggalangan dukungan dari vendor perangkat ini sendiri sudah terlihat saat Indosat meluncurkan 3G 900 di Bukittinggi. Dimana pada akhir acara, sejumlah perwakilan vendor perangkat diundang dan naik ke atas panggung untuk menegaskan dukungannya. "Saat ini sudah ada 12 vendor (handset, chipset, dan dongle) yang menyatakan dukungannya. Mulai dari Samsung, HTC, BlackBerry RIM, Huawei, Nexian, MLW Telecom, Qualcomm dan lainnya," lanjut Erik. Memang, dalam menggelar layanan 3G 900, Indosat tak lantas mematikan dukungan di frekuensi 2.1 GHz. Seperti di Padang dan Bukittinggi, dua wilayah ini juga dicover oleh jaringan 900 MHz dan 2.1 GHz.
Jadi sekarang, bagi pelanggan Indosat yang ponselnya sudah mendukung 900 MHz, maka ia sudah bisa menikmati layanan 3G yang diklaim bisa ngebut sampai 7,2 Mbps tersebut. Di sisi lain, jika ponsel pelanggan anak usaha Qatar Telecom itu tak support 900 MHz, maka ia masih harus bersabar dengan layanan 2G (GPRS) dan 2.5 G (EDGE).  "Di sini kami mengajak sejumlah vendor untuk memastikan dukungannya di 900 MHz. Nanti akan ada bundling dengan penyedia perangkat itu. Tetapi kita tidak akan subsidi harga perangkat. Ke depan kita akan lebih ketat dalam bekerja sama untuk bundling dengan salah satu syarat, perangkatnya harus bisa mengakses 3G di 900 MHz," tutup Erik. (dk/mar)