Prosesor Tak Lagi Jadi Pertimbangan

Memilih komputer di masa lalu cukup mudah, hanya perlu memilih yang memiliki prosesor paling cepat. Namun hal serupa tidak berlaku di masa kini.
Dilansir dari Cnet, Sabtu (13/10), ada argumen yang sangat kuat bahwa kinerja prosesor saat ini, bahkan yang harganya murah di kelas entry level, telah mencapai tingkatan yang cukup untuk digunakan semua pengguna. Terutama mereka yang banyak menggunakan PC untuk mengetik, email dan jelajah internet.
Jelasnya, sebagian orang ada yang membutuhkan kemampuan proses sebesar-besarnya. Biasanya untuk pekerjaan yang intensif mengandalkan grafis, seperti game, pengeditan video dan Photoshop. Untuk hal tersebutlah biasanya orang membutuhkan desktop atau laptop dengan kartu grafis yang bagus.
Ada faktor lain yang mempengaruhi kinerja PC secara keseluruhan. Misalnya, satu PC dengan prosesor Core i7, RAM 8GB dan hard drive 750GB berusia dua tahun bisa menjadi lebih lambat ketimbang laptop dual core murah yang berusia kurang dari satu tahun. Alasannya adalah Windows. Pasalnya sebuah sistem yang didukung piranti lunak kelas atas pun tetap bisa jadi kacau ketika urat nadi Windows-nya tersumbat.
Hal ini bisa saja terjadi dalam jangka waktu 12 atau 18 bulan jika pengguna menginstall dan uninstall banyak piranti lunak pada sistem utama. Terlebih bila dibandingkan dengan laptop murah tersebut yang diisi tidak lebih dari Thunderbird dan Kingsoft Office. (oke/nda)