Expansi Apple Ancam Vendor Papan Atas

MALANG – Kekuasaan Apple Inc di pasar smartphone Indonesia bakal semakin absolute pada waktu tutup tahun 2012. Bagaimana tidak, raksasa hardware produsen rekanan Apple, Foxconn dipastikan telah memilih kawasan Modern Cikande Industrial Estate (MCIE) di Cikande, Jawa Barat sebagai tempat membangun pabrik utama.
Dipilihnya Indonesia sebagai site pembangunan pabrik Apple pun menimbulkan asumsi dan spekulasi di kalangan user, khususnya di dunia maya. Pengguna Apple, Robby Ahmad Fahrezi, mahasiswa salah satu PTN Malang mengaku sangat gembira dengan kabar ini.
“Kalau Foxconn jadi bangun pabrik di Indonesia, sudah pasti harga gadget Apple bisa lebih murah, karena tidak berlaku pajak import,” ungkap Robby kepada Malang Post. Pria yang mengaku memiliki iPad 2 dan iPhone 4S itu selama ini sering iri dengan pecinta Apple lain di luar negeri yang bisa membeli gadget terbaru dari perusahaan besutan Steve Jobs itu tanpa harus menunggu berbulan-bulan di Indonesia.
Karena itu, selain berharga murah, user di Indonesia tak akan menunggu lama untuk membeli produk Apple yang baru dilaunching. Pasalnya, daerah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, tergolong negara paling lambat menerima kedatangan gadget terbaru dari Apple.
“Contohnya saja iPhone 4S ini, setelah diluncurkan di AS, sekitar setahun kemudian baru bisa dibeli secara resmi di Indonesia,” sambung Robby.
Kendati demikian, jika kalangan mahasiswa cukup terbuka dengan kedatangan Foxconn di Indonesia, maka kalangan dealer dan outlet langsung menduga bahwa Apple hendak menguasai pasar smartphone.
Teknisi Omega Celluler, Septian mengungkapkan, kehadiran Apple Inc lewat Foxconn di Indonesia menjadi mimpi buruk bagi penguasa pasar smartphone saat ini, yakni BlackBerry dan Samsung.
“Sekarang user sering diiming-iming kekuatan dari Apple, karena harga mahal gak bisa beli dan pilih produk lain,” terang pria yang akrab disapa Tian.
Menurutnya, kalau harga gadget Apple jadi murah, bukankah sangat mungkin user yang awalnya tak mampu beli bakal beralih dari vendor lain ke Apple. Apalagi, dengan nilai investasi mencapai USD 10 miliar dalam jangkau waktu 5 hingga 10 tahun, Foxconn cabang Indonesia akan jadi perusahaan rekanan Apple pertama dan terbesar di Asia Tenggara.
“RIM (Research In Motion) dan Samsung Mobile harus waspada, karena selama ini Indonesia masih dikuasai BlackBerry dan Galaxy Series,” pungkas Tian.(fin/fia)