Perusahaan Tekno Paling Bernilai

Jakarta - Dunia teknologi dipenuhi dengan berbagai merek terkenal. Namun, merek mana saja yang dianggap punya nilai paling tinggi?
Interbrand selaku perusahaan konsultasi brand global baru saja merilis daftar terbaru merek paling bernilai di dunia. Beberapa di antaranya adalah merek yang sudah familiar di jagat teknologi.
Berikut brand teknologi yang dinilai paling berharga di dunia menurut penelitian Interbrand yang dikutip dari Business Insider.

·    Amazon-USD 18,6 Miliar
Amazon adalah retail online terbesar di dunia. Mereka sukses di banyak bidang, termasuk pada pemasaran tablet PC Kindle Fire yang murah, akan tetapi spesifikasinya mumpuni. Amazon didirikan oleh Jeff Bezos. Perusahaan ini awalnya menempati markas di garasi sehingga mungkin tidak ada yang mengira Amazon bisa meraksasa seperti sekarang.
·    Nokia-USD 21 Miliar
Boleh saja peruntungan Nokia sedang buruk belakangan ini, di mana mereka keteteran melawan vendor Android dan iPhone. Namun merek mereka masih cukup bernilai. Namun harus diakui merek Nokia tidak lagi sebaik dulu dan nilai brand mereka turun 16 persen dari tahun lalu. Mereka bukan lagi vendor ponsel terbesar di dunia meski pernah memegang status tersebut dalam waktu yang lama.
·    Oracle-USD 22,1 Miliar
Oracle adalah perusahaan software enterprise raksasa. Tidak heran nilai brand mereka cukup tinggi, mencapai USD 22,1 miliar menurut perhitungan Interbrand. Oracle didirikan oleh Larry Ellison yang sekarang termasuk sosok terkaya di dunia teknologi. Baru-baru ini, Larry membeli sebuah pulau di Hawaii.
·    Hewlett Packard-USD 26,1 Miliar
Nilai brand HP menurun 8 persen dari tahun lalu. Memang sedang banyak pergolakan terjadi di vendor asal Amerika Serikat ini. Seperti terkikisnya pangsa pasar mereka di sektor komputer. Hingga masa transisi agar semakin bertaji di pasar software enterprise, tidak terlalu mengandalkan lagi bisnis konsumer
·    Cisco
Nilai brand Cisco naik 7 persen dari tahun lalu. Perusahaan ini dikenal sukses dalam bisnis perangkat switching dan router, terutama di sektor enterprise. Namun di bisnis konsumer, mereka juga cukup sukses. Untuk memompa performa bisnis, Cisco baru-baru ini mengakuisisi perusahaan software bernama NDS.
·    Samsung-USD 32,9 Miliar
Samsung terus menanjak dan nilai mereknya naik 40 persen dari tahun lalu. Mereka memang sedang memimpin di berbagai bidang, seperti televisi dan smartphone. Di ranah smartphone, Samsung punya sekitar 20 persen pangsa pasar. Ia adalah lawan kuat dari Apple yang mengandalkan iPhone.
·    Intel-USD 39,4 Miliar
Intel barangkali masih paling terkenal di industri prosesor. Namun demikian, nilai brand mereka menurun 12 persen dari tahun lalu. Mungkin karena Intel kurang begitu sigap mengantisipasi perkembangan smartphone dan tablet. Di sektor perangkat mobile ini, Intel masih kalah dari ARM.
·    Microsoft-USD 57,9 Miliar
Microsoft selalu konsisten masuk papan atas brand paling bernilai. Nilai brand mereka hanya turun 2 persen dari tahun lalu. Perusahaan yang didirikan oleh Bill Gates dan Paul Allen ini sedang mempersiapkan pemasaran sistem operasi Windows 8. OS ini dirancang bekerja sama baiknya di komputer PC maupun perangkat ponsel.
·    Google-USD 69,7 Miliar
Brand Google bernilai USD 69,7 miliar. Itu adalah kenaikan sebesar 26 persen dari tahun lalu. Memang Google tengah bersinar. OS Android buatan mereka tengah perkasa. Mereka juga baru merampungkan proses akuisis terhadap vendor ponsel Motorola.
·    IBM-USD 75,7 Miliar
IBM terus berkembang menjadi perusahaan software dan hardware papan atas di enterprise. Vendor ini memiliki nilai brand USD 75,5 miliar, naik 2 persen dari tahun sebelumnya. IBM dulu pernah berbisnis komputer yang terjenal dengan nama Thinkpad. Namun sekitar tahun 2000-an dijual kepada Lenovo.
·    Apple-USD 76,6 Miliar
Apple masih terus mengibarkan panji-panji kejayaannya. Di jagat teknologi, brand mereka adalah yang paling bernilai menurut Interbrand. Mereka juga menjadi perusahaan dengan market cap terbesar di dunia. Baru-baru ini, Apple memasarkan iPhone 5. Meski dilaporkan banyak kekurangan, handset ini tetap cukup laris terjual, mencapai 5 juta unit dalam minggu pertama pemasarannya. (dtc/nda)