Internet Indonesia Lelet, Menkominfo 'Berkicau'

Jakarta - Kecepatan internet di Indonesia ternyata termasuk lelet dibandingkan dengan negara ASEAN lain. Hal ini terungkap dalam laporan Akamai yang dirilis kemarin (22/10).
Dikutip dari situs tersebut, dari kecepatan rata-rata internet di ASEAN, koneksi internet di Indonesia hanya 770 Kbps. Negara di ASEAN yang memiliki kecepetan internet "paling ngebut" ialah Singapura dengan kecepatan koneksi internet rata-rata 5,127 Kbps, disusul Thailand 3,376 Kbps (3,3 Mbps) , Malaysia 2,173 Kbps (2,1 Mbps), Myanmar 1,944 Kbps (1,9 Mbps) , Vietnam 1,594 Kbps (1,5 Mbps) , Kamboja 1,376 Kbps (1,3 Mbps), Filipina 1,201 Kbps (1,2 Mbps), Brunei 1,188 Kbps (1,1 Mbps), Laos 1,097 (1 Mbps), dan tentunya di posisi buncit Indonesia dengan 770 Kbps.
Kondisi leletnya internet di Indonesia ini langsung mendapat tanggapan dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring. Menkominfo menimpali isu ini melalui kicauannya di Twitter.
Melalui akun Twitter resminya yang beralamat di @tifsembiring, dia menyebut bahwa rata-rata kecepatan internet di Indonesia jangan dibandingkan dengan negara maju dengan 'ukuran' yang lebih sedikit, seperti Singapura dan Korea Selatan. "Jangan bandingkan Indonesia dg negara spt (seperti-red) Korea & Singapura, jujur kita msh jauh. Beda size, ukuran permasalahannya jauh," tulisnya di Twitter.
Kicauan Tifatul juga dipertegas oleh Kepala Humas Kominfo, Gatot S Dewa Broto. Ia menilai hasil penelitian yang dirilis Akami tidak akurat, pasalnya Indonesia tidak dapat dibandingan dengan sejumlah negara. Meski begitu, Kominfo tetap menyambut positif hasil tersebut dan berusaha untuk memperluas jaringan komunikasi ke pelosok Negeri.
"Survei yang dilakukan Akami tidak akurat, karena tidak dapat dibandingkan dengan negara seluas Singapura dan Korea Selatan yang jumlah penduduk dan kondisi demografi yang berbeda," terang Gatot. "Okelah kami (Kominfo) sikapi secara bijak hasil peneliti tersebut, memang ada pekerjaan rumah (PR) yang harus dilakukan pemerintah," imbuhnya
Hanya saja, Gatot mencontohkan bahwa kecepatan koneksi internet Indonesia lebih unggul ketimbang Myanmar dan Papua Nugini. Meski begitu, pemerintah melalui Kominfo terus mengupayakan perluasan akses ICT ke seluruh daerah di Indonesia dengan program Universal Service Obligation (USO) dan Palapa Ring yang digulirkan.
"Kami terus memperluas percepatan pembangan akses ICT di Tanah Air, seperti penerapan Broadband Wireless Access  (BWA) , Pusan Layanan Internet Kecamatan PLIK serta Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK), dan ICT Fund yang akan bergulir tahun depan, dengan begitu perluasan akses internet di seluruh Indonesia akan tercapai," tutup Gatot. (dtc/oke/nda)