Mencari Alternatif Frekuensi 3G

JAKARTA - Frekuensi 3G di 2,1 GHz hanya menyisakan dua blok kanal saja. Tak akan cukup untuk lima operator 3G yang ada di Indonesia. Di tengah kekurangan frekuensi ini, memang harus ada alternatif lain untuk membuka jalur baru spektrum pita lebar seluler.
Menurut sejumlah praktisi telekomunikasi, ada sejumlah alternatif frekuensi yang bisa digunakan untuk memperluas cakupan 3G di Indonesia. Selain di 2,1 GHz, 3G juga bisa di 900 MHz, 1.800 MHz, atau bahkan di 700 MHz.
"Sebaiknya dipikirkan langkah lain untuk menggelar 3G. Jangan terpatok hanya di 2.1 GHz," kata salah seorang anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, di sebuah acara diskusi telekomunikasi di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Pemerintah memang telah berinovasi dengan memberikan kesempatan bagi operator 3G untuk menggelar layanannya di luar 2,1 GHz. Salah satunya dengan memberi izin kepada Indosat untuk menggelar 3G di frekuensi 900 MHz.
Saat operator ini melakukan uji coba 3G 900 MHz di Padang dan Bukit Tinggi beberapa waktu lalu, Menkominfo Tifatul Sembiring, juga telah menyampaikan secara terbuka kemungkinan 3G untuk frekuensi lainnya.
Dibukanya peluang untuk menggelar 3G di luar 2,1 GHz membuat operator lain berminat mengikuti jejak Indosat. Telkomsel, Axis dan XL kabarnya tengah bersiap untuk meminta izin menggelar 3G di 1.800 MHz.
Bagi Telkomsel dan Axis diperkirakan bisa mulus menggelar 3G di 1.800 MHz jika memang niat itu serius direalisasikan. Sebab, keduanya di frekuensi itu memiliki lebar pita yang cukup longgar.
Berdasarkan catatan, di frekuensi1.800 MHz Telkomsel memiliki lebar pita22,5 MHz, Indosat 20 MHz, XL Axiata7,5 MHz, Axis Telekomunikasi Indonesia 15 MHz, dan Hutchison CP Telecom 10 MHz.
Melihat kenyataan itu, Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi mengusulkan rebalancing alokasi frekuensi sebelum diterapkannya teknologi netral di 1.800 MHz. Apalagi, pengelolaan frekuensi di 1.800 MHz akan masuk 10 tahun sesuai dengan hak yang dimiliki operator.
"Pasalnya, ada ketimpangan dari sisi kepemilikan frekuensi dan posisinya tidak contiguous," ungkap Hasnul. Diungkapkannya, XL pernah meminta tambahan alokasi frekuensi ke pemerintah tetapi belum direspons.
Menurut Hasnul, XL tak mungkin menerapkan teknologi 3G di 900 MHz karena di rentang itu sudah padat dan alokasi yang dimiliki sangat minim, yakni 7,5 MHz. Saat ini di spektrum 900 MHz, Indosat memiliki lebar 10 MHz, Telkomsel 7,5 Mhz, XL Axiata 7,5 MHz.
Peneliti dari Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menilai kebijakan pemerintah dalam memberikan izin untuk upgrade teknologi di 900 MHz dan 1.800 MHz bisa berakibat fatal karena tidak pernah dikonsultasikan dengan uji publik.(jpnn/eno)