Google Apps Education untuk Mahasiswa Brawijaya

MALANG - Google menggandeng Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, dalam bentuk Google Apps Education, sebuah alat kolaborasi berbasis teknologi komputasi awan (Cloud Technology) yang bertajuk 'Goes Google in Universitas Brawijaya’.
Indonesian Education Lead for GASP, Google APAC (SEA), Pepita Gunawan, saat peluncuran aplikasi ini di Univeristas Brawijaya, mengatakan, Google Apps memang dikhususkan untuk lembaga pendidikan Indonesia.
Google Apps, katanya, diharapkan mampu mendorong siswa atau mahasiswa memperoleh manfaat dari aplikasi ini yang didukung aplikasi-aplikasi seperti Email, Kalender, Sites, Docs atau Drive, Grup dan Video yang dapat dengan mudah diintegrasikan dalam setiap Sistem Manajemen Pembelajaran dalam kampus.
"Google Apps membuat pelajaran menjadi lebih istimewa dan inovatif dan dengan menghasilkan konten lokal yang berkualitas serta bisa diakses di penjuru dunia," kata Pepita, Sabtu (3/11).
Ia menambahkan, keuntungan bentuk komunikasi dan kolaborasi ini tak mengenal biaya. Misi Google sendiri mengatur informasi yang bisa diakses secara universal melalui Google Apps, dari mulai tingkat sekolah dasar sampai universitas. "Sudah ada 146 negara bekerjasama dalam Google Apps untuk pendidikan," katanya.
Sementara Kepala PPTI Universitas Brawijaya Raden Arief Setyawan, mengatakan, alasan memilih Google Apps untuk pendidikan, karena aplikasi ini memiliki beberapa keunggulan seperti sistem terbuka, serta mudah diakses dan bisa dihubungkan ke sistem-sistem yang sudah dimiliki, tanpa membeli lisensi baru. "Ini akan mengubah cara komunitas universitas dalam berkomunikasi, bekerjasama, dan belajar," katanya. (dtc/nda)