Gadget Apple Black Market

MALANG– Tingginya produk Black Market (BM) dari Apple Inc yang beredar di Kota Malang membuat reseller resmi makin gelisah. Mereka resah lantaran produk ilegal ini mulai memacetkan penjualan di outlet. Barang gelap yang tidak sah dan luput dari pajak tersebut misalnya iPod Touch terbaru dan iPhone 5. Supervisor Apple Authorised Reseller (AAR), Eko Santoso mengungkapkan, hampir dua bulan ini peredaran produk BM di pasaran gadget Kota Malang mengurangi hampir separuh market share penjualan Apple pada bulan normal.  “Penjualannya turun sampai 40 persen gara-gara BM,” katanya blak-blakan. Dengan macetnya penjualan selama 2 bulan belakangan, reseller resmi pantas khawatir. Kemacetan grafik pemasaran ini diprediksi terus berlanjut hingga akhir tahun 2012. Apalagi, Indonesia masih belum dianggap sebagai negara market share utama Apple, sehingga gadget-gadget baru selalu terlambat masuk.
Gadget ilegal yang tidak melewati prosedur resmi barang impor itu sendiri disinyalir banyak berasal dari Malaysia dan Singapura. Dua negara tersebut merupakan tempat terdekat Indonesia yang termasuk negara prioritas penjualan gadget perusahaan besutan mendiang Steve Jobs itu.
Namun demikian, tak jarang pula barang-barang tak resmi dibeli langsung dari Amerika Serikat. “Khusus barang seperti ini, pasti orang benar-benar berduit yang bisa beli, dan saya yakin tidak untuk dijual kembali di Indonesia, itu tak masalah. Yang jadi masalah adalah spekulan yang beli untuk dijual lagi,” terang Eko, sapaan akrabnya. Padahal, pembelian gadget Apple berlabel BM sering mengecewakan penggunanya sendiri.  Dia menerangkan, aksesori pendukung gadget kebanyakan bukan produk orisinil Apple Inc. Untuk meraup keuntungan lebih, para bandar gadget black market mengganti aksesori asli dengan abal-abal.
Aksesori asli dari Apple Inc bisa dijual sendiri secara terpisah. AAR sebagai satu-satunya reseller resmi Apple di Malang tentu banyak disambati oleh pengguna yang kecele. “Ya saya bilang, kalau barang black market itu resiko tinggi. Kalau yang resmi sudah kena pajak, baru ada garansi ketika rusak,” sambungnya. Namun demikian, reseller resmi Apple Inc tak akan “menderita” terlalu lama. Santernya kabar bahwa pabrik Foxconn, rekanan Apple dalam merakit gadget dari negeri Cina bakal membangun pabrik di Jawa Barat membuat reseller Apple senang. Isu ini memunculkan spekulasi bahwa Indonesia akan dijadikan pusat Apple Inc di Asia Tenggara. Bila pembangunan pabrik benar-benar terealisasi, harga Apple Inc bisa jauh lebih murah daripada semua gadget brand lain yang sekelas. “Tapi pasti pasarnya merek lain bisa jatuh,” pungkas dia. (fin/mar)