Epson Kembali Catat Rekor MURI

JAKARTA – Kepemimpinan Epson di bidang digital imaging dan solusi cetak semakin diakui dunia. Kali ini, kehandalan produk printer besutan Epson berhasil dibuktikan di ajang Indocomtech 2012, Minggu (4/11) lalu. Epson kembali mencatatkan Rekor MURI untuk “Tinta Printer Orisinil yang Mencetak Terbanyak Standar Dokumen ISO”.
Bertempat di panggung stand Epson, Presiden Direktur PT Epson Indonesia Mr Hirasaki Michiya mendapat kehormatan untuk menerima secara piagam penghargaan Rekor MURI yang disaksikan segenap karyawan PT Epson Indonesia dan ribuan pengunjung pameran.
Penghargaan tersebut berhasil diraih oleh printer terbaru Epson L350 All in One yang termasuk dalam keluarga printer Epson L Series paling anyar. Produk L Series ini merupakan deretan printer yang mampu memberikan pelanggan keuntungan lebih, khususnya dalam hal kecepatan dan kehandalannya. Tak hanya itu, printer L Series besutan Epson juga dirancang untuk mencetak dengan biaya operasional yang sangat rendah, bahkan tercatat memiliki biaya cetak per halaman (cost per page/CPP) terendah di dunia menggunakan tinta printer orisinil.
Mode printer L Series menawarkan kecepatan cetak yang mendukung peningkatan produktivitas sebesar 9ipmm (image per menit, sesuai standar ISO) atau tiga kali lebih cepat dari model terdahulu dan menjamin kinerja yang handal dengan daya tahan mencapai 300 ribu halaman.
Hadir dengan dua botol tinta hitam tambahan dalam kemasan awal, printer Epson L350 mampu mencetak dokumen standar ISO sebanyak 300.160 halaman. Hal ini terbukti dengan total waktu cetak yang dibutuhkan kurang dari 72 jam.
“Pencapaian rekor MURI ini merupakan kesempatan bagi kami untuk membuktikan bahwa Epson terus berupaya mengembangkan produk dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan para pengguna,” jelas Hirasaki Michiya, President Director PT Epson Indonesia, saat menerima penghargaan MURI.
Tidak hanya mencatatkan printer L350 dalam Rekor MURI, di saat yang sama PT Epson Indonesia menjalankan program CSR yaitu menyumbangkan USD 10 dari setiap printer yang terjual di pameran pada hari Sabtu dan Minggu (3-4 November 2012). Adapun nilai sumbangan mencapai USD 8000. Dari hasil penjualan ini, sumbangan disalurkan melalui Yayasan Dompet Dhuafa untuk diberikan kepada yang membutuhkkan. (nda)