Jualan Online Bukan Vending Machine

Jakarta - Tren jual beli online membuka pintu bagi situs e-commerce menjajal peruntungannya di Indonesia. Dengan makin banyaknya layanan selling berbasis online, tentu saja pemilik situs jual beli harus mempunyai konsep dan strategi yang berbeda.
Di mata situs Rakuten Belanja Online (RBO), jualan online seharusnya tidak disamakan dengan vending machine. Alat yang biasa ditemui di pojok pusat publik itu memang seperti kotak yang hanya menerima uang dan memberikan produk, lalu selesai.
"Situs jual beli online itu seharusnya bukan seperti vending machine, karena kita seharusnya membeli dari orang, bukan internet," tukas Ryota Inaba, Presiden Direktur dan CEO PT Rakuten MNC, saat membuka Rakuten Expo, di Grand Hyatt Jakarta, Senin (12/11).
Dijelaskan lebih jauh olehnya, situs jual beli seharusnya bersama-sama memajukan dan memberikan solusi kepada merchant (penjual) agar dagangannya bisa sukses. Bukan seperti sistem direct selling, yang hanya menawarkan tempat menjual semata saja.
Sementara itu, di tempat yang sama, Harry Tanoesoedibyo selaku CEO MNC Group -- induk usaha joint venture Rakuten -- mengatakan, prospek e-commerce di Indonesia akan semakin berkembang di masa depan.
Memang untuk saat ini, jumlah pengguna e-commerce masih tergolong kecil bila dibandingkan dengan total jumlah populasi pengguna internet. HT -- sapaan akrabnya-- menyebutkan saat ini pengguna e-commerce masih sekitar 1,4 juta dari 50 juta netter di Indonesia.
"Tapi saya yakin dalam beberapa tahun ke depan e-commerce di Indonesia akan terus berkembang. Kita punya pangsa pasar yang besar, apalagi kebanyakan pengguna internet adalah anak muda," ungkapnya.
Rakuten Belanja Online merupakan hasil kolaborasi MNC dengan Rakuten Ichiba. Situs jual beli ini termasuk yang terbesar di Jepang, dan memiliki cabang di berbagai negara. Di Indonesia, Rakuten Ichiba menggaet MNC Group yang terkenal di industri televisi dan konten online. (dtc/nda)